Magister Hukum Kesehatan Unika Dalami Integritas dan Forensik Pangan
Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:49 WIB

Kuliah Umum Magister Hukum Kesehatan Unika Soegijapranata

Magister Hukum Unika Soegijapranata pada Sabtu lalu (17/10) dengan menggunakan media virtual zoom, telah menyelenggarakan kegiatan kuliah umum dengan tema “Integritas dan Forensik Pangan” dengan menghadirkan narasumber Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc sebagai pembicara dalam acara tersebut. Dan turut hadir dalam acara tersebut Ketua Program Studi Magister Hukum Kesehatan Dr Y Endang Wahyati SH MH dan Sekretaris Program Studi Magister Hukum Kesehatan Ign Hartyo Purwanto SH MH dan Drs Hermawan Pancasiwi sebagai moderator.

Prof Budi Widianarko adalah seorang Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata, yang dalam paparannya di kuliah umum ini akan banyak menjelaskan tentang keamanan pangan dan forensik pangan.

“Bicara tentang mutu dan keamanan pangan, termasuk didalamnya tentu saja nilai gizi, sekarang ini tidak cukup dan memadai lagi. Maka sekarang ada suatu perkembangan yang relatif baru, yaitu tentang forensik pangan,” jelas Prof Budi.

Forensik di sini adalah forensik untuk integritas pangan dan kemudian memastikan ketidakpastian.  Artinya, dengan adanya peningkatan kebutuhan pangan termasuk pangan-pangan yang diproduksi oleh industri, atau apabila dalam nomenklaturnya sering disebut package food (makanan yang dikemas), kemudian adanya industri yang terus berkembang terutama untuk industri package food yang terkait janji-janji imunitas atau lebih sehat, dewasa ini menunjukkan adanya pertumbuhan dalam produksinya.

Jadi pendaftaran produk baru di badan POM, selama lima tahun terakhir dari tahun 2015 sampai dengan 2020, untuk jenis makanan dan minuman terdapat sekitar 138.499 jenis yang didaftarkan. Dalam keadaan seperti itu maka sudah layak jika konsumen itu harus dilindungi, ujarnya.

Salah satu cara bagimana makanan dan minuman itu bisa diterima oleh masyarakat, itu yang disebut sebagai integritas pangan. Jadi sudah pada masa dimana kita fokus pada kualitas, pada penampakan luar, cita rasa, gizi, kemudian meningkat sampai pada keamanan pangan atau safety.

Jadi integritas pangan adalah istilah umum untuk makanan yang memiliki karakter produk, bergizi, menyehatkan, bercita rasa tinggi, aman, otentik atau asli, bisa dilacak, juga sekaligus diproduksi secara etis, aman, dan ramah lingkungan.

Sehingga tentang integritas, kita bicara dua hal yaitu bicara tentang produknya, dan juga berbicara tentang caranya. Namun demikian juga tidak dipungkiri dengan semakin meningkatnya tuntutan konsumen, maka integritas pangan juga berkembang sehingga integritas tidak hanya bicara produk dan cara saja tetapi terkait juga dengan moral individunya, tegas Prof Budi dalam acara kuliah umum yang diikuti lebih dari seratus peserta dari mahasiswa dan alumni Magister Hukum Kesehatan Unika soegijapranata serta peserta umum.

“Dengan demikian integritas pangan itu mempunyai dimensi legal, moral dan etis. Jadi konsep integritas pangan sebenarnya bertujuan agar semua alur pasokan (mulai dari lahan sampai ke mulut konsumen) dari pangan itu harus bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Maka sebagai studi, integritas pangan berbicara tentang kualitas luar dan dalam produk makanan, kemudian berbicara juga tentang kriminalitas dan kejahatan pangan. Dan elemen dari integritas pangan adalah produk, proses, individu atau orang, serta data, sambungnya.

Melihat perkembangan lingkup masalah integritas pangan, jika dipilah berdasarkan motivasi dari produsen makanan, apabila tidak disengaja melakukan kecurangan maka bisa disebut kualitas produk (food quality), namun jika akhirnya menimbulkan gangguan kesehatan maka disebut sebagai keamanan pangan (food safety).

Namun jika motivasinya adalah sengaja melakukan kecurangan karena alasan mencari keuntungan atau ekonomi, maka disebut sebagai kejahatan pangan (food fraud). Dan yang paling parah adalah adanya motivasi dengan sengaja ingin menyakiti orang dalam kaitannya dengan ideologi tertentu, maka untuk kondisi tersebut bisa dikategorikan sebagai pertahanan pangan (food defence), karena menyangkut banyak orang.

Dengan demikian peran forensik pangan adalah usaha untuk memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah untuk menyelidiki kejahatan atau kesalahan di bidang pangan. Maka selain melekat pada penjaminan mutu, juga untuk memastikan bahwa bahan yang masuk industri itu adalah bahan yang bermutu dan aman serta tidak palsu, pungkas Prof Budi. (FAS)

Kategori: ,