LPPM Unika Sosialisasikan Buku Pedoman PPM Edisi XIII Secara Virtual
Jumat, 16 Oktober 2020 | 8:07 WIB

image

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata menyelenggarakan webinar sosialisasi buku pedoman PPM edisi XIII dan Kiat Proposal Lolos DRPM, Rabu (14/10/2020).

Sebagai narasumber, Agustinus Supriyanto yang merupakan reviewer kompetitif nasional dari UGM, narasumber internal Unika sendiri yaitu Trihoni Nalesti Dewi serta Budi Setiawan, keduanya juga reviewer internal bersertifikasi.

Terdapat dua skema yang ditawarkan dalam penerimaan proposal untuk pembiayaan tahun 2021 yakni skema penelitian yang terdiri dari penelitian dosen pemula, penelitian disertasi doktor, penelitian dasar, penelitian terapan, penelitian dasar unggulan perguruan tinggi, dan penelitian terapan unggulan perguruan tinggi.

Serta skema kedua yakni pengabdian yang meliputi program kemitraan masyarakat dan program kemitraan masyarakat stimulus.

Dalam penjelasannya, Agustinus Supriyanto memberikan arahan tentang tema dan substansi penelitian yang bisa dipilih sesuai dengan minat para peneliti saat mengajukan proposal penelitian kompetitif nasional.

Agustinus menyampaikan ada suatu prespektif yang bisa digunakan untuk menggali potensi masing-masing peneliti yaitu menggunakan isu GESI (Gender Equality and Social Inclusion).

"Jadi sebenarnya topik-topik yang ditawarkan ada prespektif itu, sebab dengan isu GESI kita bisa menelaah dampak relasi laki-laki dan perempuan serta relasi antar entitas di dalam masyarakat pada capaian pembangunan," kata Agustinus.

Secara kritis, lanjut dia penggunaan konsep GESI memosisikan relasi kuasa gender sebagai alat teropong atas hasil penelitian di perguruan tinggi yang menerima hibah riset dari Kemenristekdikti.

Sementara itu, Trihoni Nalesti mengatakan seiring dengan kondisi pandemi covid-19, maka kemungkinan dalam pengajuan proposal penelitian akan lebih kompetitif.

Trihoni menyampaikan pihaknya sedang mempersiapkan proposal penelitian yang ditawarkan oleh Kemenristek Dikti, untuk itu pihaknya sedang mempersiapkan para dosen, khususnya para dosen Unika agar bisa menyusun proposalnya agar lolos.

"Jadi ada kisi-kisi dan trik yang harus dipahami oleh para peneliti supaya kita bisa lolos seleksi penelitian dari Dikti tersebut. Sebenarnya jika kita bicara peluang, maka para dosen di Unika ini memiliki peluang yang sangat besar dan berkualified untuk bisa menembus hibah yang ditawarkan oleh Dikti ini," lanjut Trihoni.

Dia menuturkan hanya beberapa kisi-kisinya perlu dipertajam terkait dengan bagaimana mencermati pedoman-pedoman baru yang diberikan oleh Dikti, antara lain State Of The Art-nya, menyusun kebaharuan atau novelty-nya, kemudian menyelaraskan antara metode dan anggaran.

Sementara Budi Setiawan dalam kesempatannya lebih banyak memaparkan tentang program pengabdian kepada masyarakat yang juga merupakan salah satu skema yang ditawarkan dalam hibah Dikti.

"Para dosen selain melakukan penelitian, saya berharap dan mendorong para dosen tersebut juga tertarik untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, hal ini sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Maka peluang yang ditawarkan melalui skema pengabdian oleh Dikti ini hendaknya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para dosen untuk mengimplementasikan penelitiannya supaya tidak hanya di laporan saja tetapi juga bisa direalisasikan pada masyarakat.

"Dengan demikian, harapannya di pengajuan proposal skema pengabdian masyarakat, Unika akan dapat cukup banyak yang masuk, sebab sebelumnya untuk skema pengabdian masyarakat, jumlahnya masih perlu ditambah," lanjut dia.

Selain melakukan pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui pengabdian pada masyarakat dikatakan Budi bisa melakukan promosi. Sementara, Unika jika dilihat dari sisi sumber daya manusianya sudah sangat cukup, bahkan lebih.

Namun untuk mengurangi gap antara peneliti dengan kondisi masyarakat yang cukup jauh, maka sangat diharapkan para peneliti ini juga bersedia membagikan keahliannya sebagian untuk masyarakat melalui pengabdian.

Hal lain, adanya peraturan bahwa para dosen yang sudah bersertifikasi diharuskan pula untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, maka saat ini menjadi peluang untuk memenuhi persyaratan tersebut.

https://jateng.tribunnews.com/2020/10/15/lppm-unika-sosialisasikan-buku-pedoman-ppm-edisi-xiii-secara-virtual?page=all.

Kategori: