LPPM Unika Selenggarakan FGD Bersama Wakil Walikota Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020 | 12:49 WIB

FGD LPPM Unika bersama Wakil Walikota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu melalui zoom

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata dengan kegiatan sebelumnya yang pernah dilaksanakan dalam Pandemika I, kali ini melanjutkan kegiatan yang juga dilaksanakan secara serial dalam Pandemika II.

Kegiatan Pandemika II LPPM Unika Soegijapranata ini diawali dengan Forum Group Discussion (FGD) yang mengundang Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM namun beliau tidak bisa hadir dan diwakili oleh Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu selaku Wakil Walikota Semarang.

Acara yang diselenggarakan pada hari Selasa (27/10) ini dilaksanakan secara virtual melalui zoom, yang dihadiri pula oleh Kepala LPPM Unika Soegijapranata Dr Berta Bekti Retnawati Msi, serta Ketua P3M Unika Rudi Elyadi SE MM, maupun para dosen yang terlibat dalam kegiatan LPPM.

Dalam sambutannya, Dr Berta selaku Kepala LPPM Unika menjelaskan perlunya diselenggarakan sebuah forum untuk mendekatkan antara pihak pemerintah dengan perguruan tinggi dalam bentuk curah gagasan yang diharapkan dapat menyelaraskan program kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Pandemika II Unika Soegijapranata bertujuan untuk menyelaraskan program kegiatan Pandemika Unika dengan program yang akan dicanangkan oleh Pemerintah Kota Semarang ke depannya. Dengan harapan apa yang akan dilakukan oleh Pandemika sungguh-sungguh dapat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat,” ucapnya.

Kami melalui FGD ini juga mohon izin kepada Pemerintah Kota Semarang untuk kembali terlibat dalam masyarakat Kota Semarang sekaligus mohon arahan supaya program kegiatan yang akan dilaksanakan melalui Pandemika II dapat berjalan dengan baik, lanjut Dr Berta.

Sedangkan Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Unika Soegijapranata Rudi Elyadi SE MM juga menambahkan penjelasan tentang kegiatan pengabdian mahasiswa Unika Soegijapranata yang dalam masa pandemi covid-19 ini tetap dilaksanakan serta tetap mematuhi protokol kesehatan atau sering disebut ‘Pandemika’ (Pengabdian Masyarakat yang Adaptif menghadapi Pandemi Covid-19).

“Pengabdian mahasiswa Unika Soegijapranata meliputi tiga kegiatan yaitu KKN yang live in di masyarakat, kemudian KKU atau Kuliah Kerja Usaha yang menitik beratkan kepada pendampingan mitra UMKM, dan KKS atau sering disebut Kuliah Kerja Sinergis yang kali ini memasuki periode kedua yang bekerja sama dengan Ketua Tim penggerak PKK Kota Semarang,” tuturnya.

Dalam acara FGD ini, Hj Ir Hevearita Gunaryanti  juga mensharingkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Semarang dalam mengantisipasi pandemi covid-19.

“Kami menghaturkan terima kasih atas bantuan dan uluran tangan dari para stake holder salah satunya juga dari pihak Unika Soegijapranata yang tentunya sangat berarti bagi para pelaku usaha, para ibu rumah tangga atau Ibu – ibu PKK selama pandemi covid-19,” ucapnya.

Pada awal pandemi covid-19 di Kota Semarang, kami dari tim gugus tugas melakukan pendataan pada semua UMKM dan mencoba mencari solusi tercepat yang bisa dilakukan untuk membantu para pelaku UMKM tersebut, dan salah satu pilihan yang tercepat bisa dibantu adalah UMKM Jamu.

Kemudian dari Pemkot Semarang juga membagikan paket bansos dan masker kepada masyarakat, yang pada tahap selanjutnya diwujudkan dalam bentuk bantuan e-money yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan masyarakat pada UMKM sekitar tempat tinggal mereka dengan batasan-batasan tertentu.

Berikutnya, kami juga mengadakan pelatihan-pelatihan dalam masa pandemi ini, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah urban farming yaitu dengan pelatihan yang disebut “Berkebun Hebat”.

“Mengingat hal-hal tersebut maka mengenai program yang kami sarankan terkait kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat yaitu yang pertama adalah pelatihan-pelatihan dalam bentuk pelatihan yang tidak harus ke luar rumah tapi bisa bermanfaat.  Yang kedua adalah pemasaran online, karena para UMKM ini produk mereka itu bagus-bagus namun masih perlu diberikan pelatihan pemasaran online tetapi tidak secara daring. Yang ketiga adalah pelatihan pembuatan packaging produk, “ tutupnya. (FAS)

Kategori: ,