Uskup Agung Semarang Pimpin Misa Awal Perkuliahan di Unika Soegijapranata
Senin, 14 September 2020 | 13:57 WIB

 

Mgr Robertus Rubiyatmoko sebagai Selebran Utama dalam perayaan Misa Awal Perkuliahan Unika

Unika Soegijapranata dalam setiap mengawali perkuliahan tahun ajaran baru selalu dibuka dengan misa bersama seluruh warga Unika baik mahasiswa, dosen maupun tendik serta para pejabat struktural universitas.

Pada Jumat lalu (11/9) dalam rangka mengawali tahun ajaran baru 2020 – 2021, bertempat di kapel St  Ignatius Unika Soegijapranata, telah dilaksanakan misa pembukaan perkuliahan tahun akademik 2020-2021 secara konselebrasi dengan selebran utama Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko, dan dengan konselebran Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata Romo Aloysius Budi Purnomo Pr.

Dalam pelaksanaan misa yang dilangsungkan dengan mematuhi protokol kesehatan, Bapa Uskup Mgr Robertus  Rubiyatmoko menyampaikan pesannya kepada seluruh warga Unika Soegijapranata, untuk bisa memaknai kehidupan kita dan menjadikan kehidupan kita bermutu supaya kita bisa memenangkan pertandingan dan akhirnya mendapatkan piala sukacita dan keselamatan.

“Kita berdoa secara khusus untuk para mahasiswa baru Unika Soegijapranata, agar para mahasiswa sungguh-sungguh mengalami sukacita, dan bisa beradaptasi dengan dunia universitas serta bisa bergembira ria dalam kuliah di Unika Soegijapranata ini,” ucap Mgr Rubiyatmoko.

Sekaligus kita juga berdoa semoga seluruh keluarga Unika Soegijapranata senantiasa dilimpahi perlindungan dan terbebaskan dari segala marabahaya khususnya pandemi virus corona, hingga kita semua bisa bekerja dengan aman dan nyaman, lanjutnya.

Selanjutnya dalam pesan homilinya Mgr Robertus Rubiyatmoko juga mengingatkan kembali supaya dalam masa pandemi covid-19, kita tetap harus selalu sungguh-sungguh dan berpengharapan, terutama bagi para pendidik maupun mahasiswa.

“Seorang pendidik tidak hanya mampu mentransfer ilmunya kepada mahasiswa, tetapi juga membantu para mahasiswa itu bisa menerima dan menjadikan ilmunya itu menjadi sesuatu yang hidup dan bermakna bagi kehidupannya,” jelas Mgr Rubiyatmoko.

Sehingga, harapannya dengan ilmu tersebut bisa membentuk mereka menjadi pribadi yang hidup dan dewasa serta berguna bagi dirinya, keluarga, maupun Gereja atau sesama.

Sedangkan bagi para mahasiswa juga diharapkan tidak hanya bisa menangkap segala ilmu yang diajarkan dengan baik, tetapi juga memanfaatkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah itu menjadi miliknya yang mempengaruhi kehidupan menjadi semakin baik.

Demikian pula rasul Paulus juga mengajak kita untuk memaknai aktifitas kita sebagai sarana untuk mewujudkan kabar suka cita melayani Tuhan dan sesama demi keselamatan banyak orang.

“Sehingga yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita sebagai dosen atau pendidik , sebagai karyawan dan sebagai mahasiswa bisa memanfaatkan atau menjadikan kehidupan kita ini sungguh-sungguh sebagai sebuah pertandingan yang bermutu dan menghasilkan piala kejuaraan, seperti yang dilakukan oleh rasul Paulus, yaitu melakukan segala sesuatunya dengan serius dan sungguh-sungguh,”ungkapnya.

Yang menjadi tantangan adalah bagaimana kita bisa memenangkan suatu pertandingan dengan persiapan yang baik, serius dan sungguh-sungguh serta diperlukan pengorbanan untuk menyingkirkan segala hal yang mengganggu, seperti misalnya kemalasan, egoisme, iri hati, mencari keuntungan diri sendiri, dan lain sebagainya. Itu semua harus ditinggalkan supaya kita bisa memenangkan pertandingan ini, tutup Mgr Robertus Rubiyatmoko mengakhiri homilinya. (FAS)

Kategori: ,