Kembangkan Usaha Jamu dengan Penjualan Secara Online
Senin, 21 September 2020 | 10:14 WIB

“Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”, itulah motto hidup dari Ignasia Isabella Susanto, sebagai salah seorang wisudawan terbaik dari Program Studi Teknologi Pangan Unika Soegijapranata dengan IPK 3,83.

Wanita yang lahir di Semarang 27 Juli 1998 ini mengambil moto hidup tersebut sebab menurutnya,  apa yang kita lakukan itu semua sudah dirancang dengan baik oleh Tuhan, sebagai manusia kita hanya menjalani saja dan berbuat yang terbaik untuk kehidupan kita.

Bella, panggilan akrabnya, yang mempunyai hobi bermain basket dan membaca buku ini sebelumnya pernah bersekolah di SMA PL Van Lith Muntilan.

“Uji Validasi Pendugaan Umur Simpan Susu UHT Cokelat dengan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT) di PT XYZ.” adalah judul skripsi dari Bella. Ia memilih topik tersebut karena yang pasti ingin menambah pengalaman serta menambah ilmu mengenai pekerjaan di dunia industri, serta memberikan yang terbaik untuk konsumen. “Sebab umur simpan sendiri sangat penting untuk diperhatikan ketika kita sudah berhadapan dengan tingkat kepuasan konsumen”, tuturnya.

Putri dari Bapak Paulus Aris Susanto dan Ibu M YFr Juwita Handayani tersebut diam-diam saat ini sedang membantu orang tuanya mengembangkan usaha rumah makan dan jamu. Hal ini dilakukan sembari mencari kerja. Ia pun membantu mengembangkan usaha restoran chinese food dan usaha jamu tradisional.”Namun memang karena dampak dari covid ini maka harus mencari alternatif untuk penjualannya”, jelasnya.

Dalam usaha jamu tersebut Ia sedang mengembangkan untuk ke tahap penjualan online. Menurutnya, penjualan online lebih efektif dari pada hanya berjualan di rumah saja. “Sedangkan untuk rumah makan sendiri saya hanya membantu orang tua di bagian memasak saja”, pungkasnya.

Anak nomor dua dari dua bersaudara tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kepanitiaan di dalam kampus. Kegiatan yang Ia ikuti di kampus yakni Senat mahasiswa dua  periode : 2017/2018 dan 2018/2019, Glory 9, dan asisten praktikum.

Menurutnya kegiatan tersebut menjadi menarik baginya karena Ia dapat mengexplore dirinya untuk terus lebih menjadi pribadi yang baik melalu kegiatan yang Ia lalui. Menurutnya, melalui proses kuliah ataupun organisasi, kita dapat menerapkan proses pembelajaran dari mahasiswa untuk mahasiswa dengan pengembangan proses penyampaian yang baik, tuturnya.

Memang kegiatan yang dimiliki oleh Bella cukup banyak dan pasti juga mengalami masa yang tidak menyenangkan. “Ya dijalani saja, ketika ada kegiatan yang pasti ya dikerjakan. Ketika sedang kuliah ya fokus di kuliah. Ketika sedang berorganisasi ya fokus dengan organisasi tersebut”, jelasnya. Menurutnya, kehidupan kuliah serba dadakan itu banyak, tapi yang dadakan itu melatih kita untuk membawa diri ketika dihadapkan pada keadaan tersebut.

Ia juga berpesan kepada adik-adik tingkatnya bahwa orang bodoh itu tidak ada, yang ada hanyalah orang malas. “Ketika kita bersemangat menjalani hidup maka akan membuahkan hasil yang sesuai dengan usaha teman-teman, karena kerja keras tidak akan mengkhianati hasil”, pungkasnya. (Thobie)

Kategori: ,