Kembalikan Kepercayaan Masyarakat dengan whistleblowing
Senin, 21 September 2020 | 10:02 WIB

“Hidup itu tidak boleh setengah-setengah, lakukanlah segala hal dengan maksimal”, itulah motto hidup dari Devina Donna Prayogo, sebagai salah seorang wisudawan terbaik dari Program Studi Akuntansi  pada wisuda periode III tahun 2020 Unika Soegijapranata, dengan IPK 3,78.

Wanita yang lahir di kota Semarang, 14 Desember 1998 ini memilih motto tersebut karena hidup itu cuma sekali maka jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena kemalasan kita, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok.

Putri dari Bapak Jefri Prayogo dan Sianny Santoso tersebut, panggilan akrabnya adalah Donna dan mempunyai hobi menonton film, berenang, dan membaca novel. Ia adalah alumni SMK PL Tarcisius 1.

“Pengaruh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku terhadap niat mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing” adalah judul skripsi dari Donna. Ia memilih judul tersebut karena dalam beberapa tahun kemarin ada beberapa kasus runtuhnya suatu perusahaan yang disebabkan adanya permainan di dalam perusahaan yang melibatkan auditor dan juga akuntan. “Hal ini menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan dan auditor menurun”, tuturnya.

Ia pun tidak ingin kedepannya profesi akuntan dan auditor menjadi tidak dipercaya oleh   masyarakat. Menurutnya salah satu cara mengembalikan kepercayaan masyarakat adalah dengan melakukan whistleblowing (pelaporan kecurangan).

Anak pertama dari tiga bersaudara tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kepanitiaan di dalam kampus. Kegiatan yang Ia ikuti di dalam kampus yakni Soegijaranata Debate Championship (SDC), kemudian Ia ikut dalam Green Carnaval Campus (GCC), ada juga keikutsertaannya dalam kepanitiaan Ecofest dan Ruang Berkembang#3.

Donna dalam kegiatannya yang padat kadang membutuhkan waktu luang untuk rehat dan memulihkan semangat dengan menonton film.  “Kalau mood sedang down saya tinggal menonton film. Hanya dua film saja sudah dapat membuat mood saya kembali dan mau untuk bangkit,” ucapnya.

Ia adalah orang yang fleksibel. “Kalau hari ini saya ada rapat panitia maka mengerjakan tugasnya pada malam hari, atau mungkin besok siang pada saat sedang tidak ada kelas. Kalau memang waktu saya luang di hari ini maka saya akan segera mengerjakannya”, tuturnya.

Menurutnya yang terpenting tugas kuliah diusahakan selesai terlebih dahulu meskipun terkadang datelinenya masih lama. “Sebab kita tidak akan tahu apakah besok ada kegiatan yang sifatnya dadakan atau tidak”,jelasnya.

Ia juga berpesan kepada adik-adik tingkatnya bahwa sebisa mungkin lakukanlah segala sesuatu dalam hidup kalian sebaik mungkin yang kalian bisa. Walaupun hasilnya tidak sesuai dengan harapan kalian. Namun setidaknya kalian  sudah berproses. “Dari proses itulah yang nanti bakal membentuk teman-teman menjadi pribadi yang lebih baik dari sekarang” (Thobie)

Kategori: ,