Unika Soegijapranata Hadirkan Prof Dr Arief Hidayat SH MS Dalam Acara Puncak Dies Natalisnya
Kamis, 6 Agustus 2020 | 14:23 WIB

Unika Soegijapranata pada hari Kamis (6/8) akan merayakan Dies Natalis ke-38, dengan penyelenggara utama dari tim Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Unika Soegijapranata, dan akan dilaksanakan secara live streaming, demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Dies Natalis  ke-38 Unika Soegijapranata Dr Marcella Elwina Simanjuntak SH CN MHum saat membuka acara press conference pada Rabu (5/8) di ruang virtual Unika.

Sebagai puncak acara dalam kegiatan dies natalis tersebut, pada hari Kamis, 6 Agustus 2020 akan diselenggarakan acara Orasi Ilmiah oleh Prof Dr Arief Hidayat SH MS selaku Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut juga akan dipaparkan pula laporan tahunan Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC, serta penyerahan penghargaan kepada para Dosen dan Tenaga Kependidikan maupun mahasiswa yang berprestasi.

Adapun tema dies natalis ke-38 adalah sama dengan tema karya Unika Soegijapranata tahun 2019-2020 yaitu ‘Integritas Ekologis’. Dan sebelumnya panitia juga sudah menyelenggarakan beberapa kegiatan, diantaranya adalah pembagian sembako bagi masyarakat kelurahan Bendan Duwur yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi covid-19, serta kegiatan misa syukur di TMP Giri Tunggal, makam cungkup Mgr Soegijapranata  yang menjadi patron Unika Soegijapranata.

Meskipun masih dalam masa pandemi covid-19, namun acara dies natalis ke-38 Unika Soegijapranata tetap diselenggarakan walau secara sederhana dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Harapannya penyelenggaraan acara dapat berlangsung sesuai dengan yang direncanakan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan tersebut terutama bagi keluarga besar Unika sendiri yang telah memasuki usia 38.

Dalam paparan materinya, Prof Ridwan Sanjaya dalam laporan tahunannya meyampaikan berbagai hal yang menyangkut perkembangan Unika Soegijapranata selama satu tahun.

“Tahun ini sepertinya menjadi tahun yang spesial, karena dalam tahun ini juga berbagai hal telah terjadi. Kita juga baru mengalami tahun ini dimana secara tiba-tiba pandemi datang kemudian membuat kita tiba-tiba tidak punya pilihan dan tidak bisa berkutik. Dan Unika Soegijapranata menyadari bahwa ini adalah suatu tantangan terutama di uasianya yang ke-38,” paparnya.

Namun kita tidak patah semangat, karena justru dalam keadaan ini kita melihat suatu celah untuk bisa berbakti bagi nusa, bangsa dan negara. Kerana Mgr Soegijapranat pernah menyampaikan suatu pesan yaitu kalau punya bakat itu jangan disembunyikan tetapi berikanlah bagi nusa, bangsa dan negara.

Dan ini yang dilakukan oleh para civitas akademika Unika Soegijapranata dalam menjelang di usianya yang ke-38. Justru dalam saat pandemi ini, semua konsentrasi, semua kepedulian para civitas akademika itu seperti semut yang  keluar dari sarangnya. Jadi mubal, untuk kemudian melakukan sesuatu sesuai dengan bakatnya masing-masing.

Tema karya Unika Soegijapranata itu juga berlaku selama satu tahun dimulai dari pada saat penerimaan mahasiswa baru hingga saatnya dies natalis, demikian terus setiap tahun. Dan tema karya yang dipilih tahun 2019-2020 adalah ‘Integritas Ekologis’.

“Dan Prof Arief Hidayat yang kita pilih untuk menyampaikan orasi ilmiah adalah sosok yang tepat karena dengan posisi beliau saat ini dimana nilai-nilai integritas itu begitu tinggi dijunjung, itu yang ingin kita dengan bersama, sehingga puncak dies natalis Unika Soegijapranata kita akan memahami, kemudian menjalani, atau bahkan juga mentransformasi diri melalui nilai-nilai integitas dan juga ekologis yang kita tetapkan sebagai tema karya di tahun 2019-2020,” tandas Prof Ridwan.

Adapun pesan secara singkat mengenai topik materi orasi yang disampaikan oleh Prof Dr Arif Hidayat SH MS sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, mengulas tentang ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Membangun Integritas Kemanusiaan dan Kebangsaan Indonesia’.

“Saya meyakini, selama 38 tahun berkiprah, Unika Soegijapranata sebagaimana tagline ‘Talenta Pro Patria et Humanitate’ yang berarti talenta terbaik dipersembahkan demi bangsa-negara serta kemanusiaan, Unika Soegijapranata telah dan terus mengukirkan makna melalui sumbangsih nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Prof Arief.

Perguruan tinggi memiliki posisi penting dan strategis bagi langkah maju, bahkan lompatan positif peradaban suatu bangsa. Itu sebabnya, perguruan tinggi merupakan institusi yang dipandang memiliki kredibilitas tinggi di mata publik. Mengapa demikian? Karena perguruan tinggi sejauh ini terbukti secara nyata masih selalu berpegang pada akar orisinilnya untuk berpikir dan bersikap kritis, obyektif, responsif menjadi problem solver, serta selalu menyuarakan kebenaran dan keadilan, imbuhnya.

Sebagaimana kita ketahui, salah satu problem serius yang sedang kita hadapi pada masa sekarang ini ialah berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi kita bernegara yang mengalami marginalisasi sedemikian rupa.

Untuk dapat memberikan secara lebih optimal pada masa kekinian, sivitas akademik perguruan tinggi harus dapat menjadi selayaknya influencer bagi publik dan masyarakat. Menyuarakan kepentingan rakyat, menjawab persoalan kebangsaan, sekaligus menjadi motor dan kolaborator aktualisasi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila melalui ruang-ruang publik virtual.

“Eksistensi perguruan tinggi di ruang-ruang publik virtual akan membawa Pancasila dengan segenap nilai-nilainya mampu menemukan momentum terbaik untuk diterima dan mengisi mindset, attitude, serta sisi terdalam nurani kesadaran kolektif anak-anak bangsa. Dengan demikian pula, perguruan tinggi memiliki peran signifikan mewujudkan tujuan, visi, dan misi nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945,” tegasnya. (FAS)

Kategori: ,