Rayakan Ultah di Tengah Pandemi, Unika Soegijpranata Punya Cerita Unik
Kamis, 6 Agustus 2020 | 10:35 WIB

image

Unika Soegijapranata Semarang berulang tahun ke-38 pada Rabu (5/8/2020). Dalam ulang tahun tersebut, Unika mendapat berbagai hal yang istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya selama beberapa bulan terakhir ini.

Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC mengatakan hal istimewa itu salah satunya adalah terlaksananya perkuliahan secara daring.

"Dulunya yang tidak disarankan malah saat ini bisa dilakukan. Ini adalah kondisi-kondisi baru," kata Ridwan saat jumpa pers terkait perayaan Dies Natalis kampus, secara virtual, pada Rabu pagi.

Ridwan menyatakan terselenggaranya perkuliahan daring itu karena kesiapan teknologi informasi sejak tahun 2000 yang dikembangkan secara masif. Tercatat, tahun 2009, 2011, 2014, dan 2017 merupakan titik-titik waktu dimana sistem pembelajaran daring terus dikembangkan untuk mendampingi, melengkapi, dan bahkan menjadi backup ketika kondisi saat ini terjadi.

"Ini Ibaratnya seperti sebuah kapal yang sudah dibangun dan sudah disiapkan tidak jauh dari pantai, dimana pada akhirnya berlayar pada masa sekarang ini untuk mengarungi samudera ketidakpastian dan diharapkan akan sampai di daratan yang menjadi proyeksi suatu masa depan yang cerah," ucap dia.

Pihaknya pun menyadari bahwa hal ini menjadi tantangan. Ia bersama jajarannya pun tak patah semangat melaksanakan hal baru tersebut. Ridwan justru melihat hal itu sebagai cara untuk berbakti kepada negara.

Menurutnya, berbakti kepada negara merupakan semangat yang dimiliki pahlawan Monseigneur Soegijapranata yang menjadi patron kampus. 

"Monseigneur Soegijapranata itu pernah menyampaikan, kalau punya bakat itu jangan disembunyikan. Berikanlah sepenuhnya kepada nusa, bangsa dan negara," sambungnya.

Hal istimewa lain, ada keluarga Unika baik dari dosen, tenaga kependidikan maupun alumni berlomba-lomba menyumbangkan alat pelindung diri (APD) kepada para tenaga medis. Lalu ada juga yang menjahit APD sesuai standar yang telah ditetapkan, ada yang memproduksi hand sanitizer maupun alat-alat kesehatan dan lain-lain.

"Jangan sampai hal ini disia-siakan karena Allah telah memberikan bakat di tengah pandemi ini," lanjutnya.

Ridwan mengatakan bahwa keterlibatan keluarga besar Unika dalam hal kepedulian di masa pandemi ini sungguh menjadi catatan sejarah yang akan terceritakan dalam tahun-tahun yang akan datang.

"Semua ini ibarat semut keluar dari sarangnya, semua pihak tanpa terkecuali “berhamburan” untuk berbagi dan melakukan aksi sosial di tengah masyarakat. Fenomena yang mungkin tidak mudah kita temukan di masa-masa sebelum pandemi," jelasnya.

Ia pun menegaskan masing-masing pribadi tetap harus melakukan hal-hal positif untuk masyarakat di tengah pandemi.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis ke-38 Unika Soegijapranata, Dr Marcella Elwina Simandjuntak membeberkan pada perayaan ulang tahun ini, Unika mengusung tema karya "Integritas Ekologis". Tema karya tersebut akan berlaku selama satu tahun.

Wanita yang akrab disapa Maci itu menuturkan, dalam rangka menyambut Dies Natalis kampus, sebenarnya banyak sekali acara yang akan diselenggarakan. Namun karena adanya pandemi corona ini, pihaknya terpaksa merubah menjadi acara yang sederhana.

"Akhirnya hanya ada tiga acara yang terselenggara," kata Maci.

Maci merinci acara tersebut yaitu bakti sosial di Wilayah Kelurahan Bendan Duwur pada 3 Agustus. Lalu ada misa mengenang pahlawan Mgr Soegijapranata di TMP Giri Tunggal, pada hari ini.

"Misa ini penting karena beliau menjadi patron kampus dan mengingatkan kepada seluruh civitas akademika kepada pahlawan," ucapnya.

Sementara, puncak acara yaitu perayaan Dies Natalis yang didalamnya terdapat orasi ilmiah terkait Integritas Ekologis. Perayaan itu akan berlangsung pada 6 Agutus.

https://kuasakata.com/read/berita/16935-rayakan-ultah-di-tengah-pandemi-unika-soegijpranata-punya-cerita-unik

Kategori: