Meningkatkan Kemandirian UMKM Melalui Kegiatan Pandemika 2020
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:33 WIB

Proses pengambilan video oleh kelompok 89 sebagai bahan program kerja promosi usaha mitra UMKM

Kegiatan Pandemika 2020 sudah berjalan selama satu bulan penuh. Kegiatan yang dimulai pada 4 Juli 2020 tersebut telah memasuki tahapan pelaksanaan program kerja oleh kelompok peserta. Kelompok peserta Pandemika 2020 telah secara intensif berproses bersama mitra UMKM di Kota Semarang untuk mengurangi kesulitan dan tantangan yang dialami mitra UMKM di tengah Pandemi Covid-19 ini.

Seluruh kelompok peserta Pandemika 2020 memulai kegiatan mereka dengan tahapan pengenalan lokasi dan observasi mitra. Tujuannya adalah mengenal mitra UMKM secara lebih dekat dan mengetahui kesulitan dan tantangan yang dihadapi mitra tersebut selama Pandemi Covid-19 ini guna dicari solusi terbaik mengatasinya dalam bentuk program kerja kelompok. Program kerja yang telah disusun setiap kelompok itu diimplementasikan bersama-sama dengan mitra UMKM sejak 17 Juli 2020 hingga 15 Agustus 2020 nanti.

Untuk mengatasi kesulitan yang dialami mitra UMKM, peserta Pandemika 2020 didorong untuk menggunakan perspektif pemberdayaan mitra dalam program kerja mereka. Dengan perspektif pemberdayaan, peserta Pandemika 2020 dituntut tidak hanya memberikan benda, peralatan, atau kebutuhan untuk mengatasi masalah mereka dalam jangka pendek.

Hal yang lebih penting dan tidak boleh terlewat adalah memberikan bimbingan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan saat ini dan di masa yang akan datang. Singkatnya, mahasiswa tidak hanya memberikan ikan, melainkan pancing kepada mitra UMKM. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian mitra UMKM untuk menghadapi kesulitan dan mengembangkan usaha mereka ke depannya.

Kelompok 86, 87, 88, dan 89 berproses bersama mitra UMKM dari Kelurahan Tegalsari, Kota Semarang yang tergabung dalam kelompok UMKM Mekarsari. Sedangkan, kelompok 90 berproses bersama mitra UMKM dari Kelurahan Bojongsalaman, Kota Semarang. Kedua kelompok ini didampingi oleh DPL yaitu dosen Unika Soegijapranata, Bartolomeus Yofana Adiwena SPsi MSi.

Seluruh mitra UMKM yang berproses bersama kelompok 86 hingga 90 memberi sambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagian besar komunikasi dengan mitra dilakukan secara daring menggunakan WhatsApp, Google Meet, maupun Zoom. Apabila kelompok terpaksa harus bertemu langsung dengan mitra, mahasiswa yang datang maksimal berjumlah tiga orang dan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Secara umum, seluruh mitra UMKM mengungkapkan masalah yang kurang lebih serupa, yaitu penurunan omset penjualan atau pemasukan akibat sepinya permintaan dan pembeli saat Pandemi Covid-19 ini.

Kelompok 86 berproses bersama mitra yang memiliki usaha salon di rumahnya. Mitra tersebut sudah sangat berpengalaman di bidangnya karena telah memiliki sertifikat salon dan menekuni pekerjaannya selama puluhan tahun. Sayangnya, mitra hanya bergantung pelanggan lama dan kurang cakap melakukan promosi. Oleh karena itu, kelompok 86 menyusun program kerja berupa pelatihan mengenai penggunaan media sosial Instagram sebagai sarana promosi usaha. Untuk meningkatkan kesehatan kerja dan kepercayaan pelanggan terhadap usaha mitra, kelompok 86 memberikan pelatihan atau pemahaman tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan selama menjalankan usaha salonnya. Kelompok 86 juga membantu mitra dengan memberikan perlengkapan guna mencegah penularan Covid-19 seperti masker, face shield, sarung tangan, hand sanitizer, dan celemek kepada mitra.

Di lokasi yang berbeda, kelompok 87 berproses bersama mitra yang memiliki usaha warung makan dan nasi kotak. Selama ini, mitra sudah berupaya untuk meningkatkan penjualannya dengan cara bergabung dengan layanan penjualan daring seperti GoFood dan GrabFood. Namun, di masa Pandemi ini penjualannya masih juga menurun. Kelompok 87 melihat bahwa penjualan lewat layanan daring saja belumlah cukup. Oleh karena itu, mereka memberikan pelatihan kepada mitra untuk membuat program diskon atau promo yang menarik, namun tetap menguntungkan bagi mitra.

Harapannya, masyarakat menjadi lebih tertarik untuk membeli produk mitra dengan adanya diskon atau promo tersebut. Selain itu, kredibilitas dan brand penjual juga menjadi hal yang penting, sehingga kelompok 87 juga membantu membuatkan logo agar usaha mitra lebih mudah dikenal dan dipercaya masyarakat.

Kelompok 88 berproses bersama mitra yang punya usaha penjualan kerudung/hijab untuk anak-anak. Saat proses observasi, mitra mengeluhkan bahwa usahanya sering terhambat akibat dirinya belum bisa melakukan pembukuan dengan baik dan benar. Dengan mengetahui proses pembukuan yang baik dan benar, mitra berharap arus kas usahanya menjadi jelas dan dia dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. Mendengar keluhan mitra, kelompok 88 memberikan pelatihan kepada mitra mengenai cara melakukan pembukuan yang baik dan benar. Menyadari bahwa mitra mungkin saja kesulitan menjalankan teknologi, kelompok 88 melakukan pelatihan menggunakan pembukuan yang menggunakan buku konvensional maupun aplikasi pembukuan di telepon pintar. Selain itu, kelompok 88 juga akan membuatkan akun marketplace Shopee dan memberi pelatihan kepada mitra tentang pengoperasiannya. Harapannya, program kerja kelompok 88 ini bisa meningkatkan penjualan dan usaha mitra ke depannya.

Di Kelurahan Bojongsalaman, kelompok 89 berproses bersama mitra yang memiliki usaha konveksi atau pembuatan pakaian. Mitra telah memiliki peralatan produksi yang cukup lengkap dan beberapa orang karyawan. Sayangnya, mitra merasa kesulitan untuk mempromosikan dan menjual produk hasil karyanya.

Melihat permasalahan ini, kelompok 89 berinisiatif untuk membantu mitra memasarkan produknya dengan cara yang kreatif dan terkini menggunakan video. Dengan video yang kreatif, diharapkan produk mitra menjadi dikenal dan menarik, khususnya bagi generasi milenial. Tidak hanya membuatkan video promosi, mitra juga dilatih tentang teknik pengambilan video dan pengoperasian aplikasi editing video dan foto. Harapannya, ke depan mitra dapat membuat secara mandiri berbagai video dan foto promosi yang menarik untuk meningkatkan penjualan produknya.

Kelompok 90 berproses bersama mitra dengan usaha ayam geprek dan aneka kue/snack. Mitra kelompok 90 cukup piawai dalam memasak, terbukti dengan banyak produk jualannya yang berhasil dititipkan di berbagai pujasera dan pusat oleh-oleh di Semarang. Mitra juga cukup piawai menggunakan layanan penjualan daring seperti GoFood maupun GrabFood. Melihat potensi yang dimiliki mitra, kelompok 90 berinisiatif untuk mengembangkan menu atau varian baru untuk dijual, berupa makaroni skotel dengan berbagai topping dan minuman buah bersoda yang sedang populer saat ini. Dengan menu yang baru dan sesuai dengan tren yang berkembang, diharapkan mitra dapat menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya generasi milenial di Kota Semarang. Tidak lupa, kelompok 90 juga mendesain dan membuatkan stiker brand mitra yang akan ditempelkan di produk-produk mitra sebagai identitas dan daya tarik atas produk mitra.

Hingga saat ini program kerja kelompok 86 hingga 90 masih dilakukan dan belum seluruhnya tuntas. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh peserta Pandemika 2020 kepada mitra UMKM, diharapkan mitra UMKM dapat mengatasi masalah dan mengembangkan usahanya secara mandiri ke depannya, bahkan saat kelompok mahasiswa sudah tidak berkegiatan bersama mereka lagi. Dengan komitmen dan kebersamaan peserta Pandemika 2020 bersama mitra UMKM, kami percaya bahwa program kerja yang dilaksanakan akan memberikan dampak positif, baik bagi pribadi mahasiswa yang berproses maupun mitra UMKM dan usahanya ke depannya.

Ditulis oleh Bartolomeus Yofana Adiwena

 

Kategori: