LPPM Unika Bekali Dosen Muda dengan Pengetahuan dan Keterampilan Penyusunan Proposal Hibah dan Penelitian
Selasa, 4 Agustus 2020 | 22:23 WIB

Sebuah kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh LPPM Unika Soegijapranata telah dilaksanakan pada hari Selasa (4/8) secara daring melalui ruang virtual Unika yang diikuti oleh para dosen muda di Unika Soegijapranata.

Dalam keterangannya, Dr T Trihoni Nalesti Dewi SH MHum yang ditunjuk sebagai ketua panitia workshop penyusunan proposal hibah dan penulisan artikel ilmiah untuk dosen muda, menyampaikan bahwa tujuan diadakannya acara workshop tersebut tak lain salah satu tujuannya adalah membekali dan memberikan pelatihan kepada dosen muda agar bisa menghasilkan artikel jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional.

“Kita perlu memberikan keterampilan kepada para dosen muda agar mampu membuat dan menyusun proposal hibah penelitian. Harapan berikutnya ya bisa lanjut ke jurnal bereputasi,” ucapnya.

Kemudian hal lainnya adalah memberikan kesempatan mentoring dari dosen senior kepada dosen yunior dan melalui kegiatan ini harapannya bisa pula menjadi sarana untuk melakukan jejaring lintas prodi di Unika Soegijapranata, mengingat hibah atau funding yang ditawarkan biasanya lebih banyak bersifat multi disipliner, maka dengan kegiatan ini Unika sudah menyiapkan jejaring untuk hal itu, imbuhnya.

“Kami mempunyai target dalam pelaksanaan kegiatan yaitu paling tidak ada lima proposal hibah yang bisa ditulis, dan ada 10 draft artikel ilmiah yang bisa ditulis,” harapnya.

Sedang salah satu dosen senior yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut yaitu Robertus Setiawan Aji Nugroho PhD, mengutarakan pentingnya dosen muda untuk mulai terlibat dalam kegiatan penulisan proposal hibah dan penelitian yang sifatnya mengembangkan keilmuan supaya manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Pada kegiatan kali ini, saya lebih banyak menyampaikan tentang elemen-elemen pokok yang mesti diketahui oleh dosen muda dalam menulis paper untuk jurnal yang bereputasi, ” paparnya.

Yang perlu dipelajari diantaranya juga bagaimana menyusun kalimat-kalimat yang bisa diterima pada jurnal-jurnal yang bereputasi.

Kadang penyusun artikel juga kurang bisa menstrukturkan ide, dan ini yang menjadi permasalahan yang dihadapi oleh dosen muda, lanjutnya.

“Untuk mengantisipasinya salah satu cara yang paling efektif adalah berkolaborasi. Dosen-dosen muda ini harapannya memiliki jejaring yang kuat dan lebih banyak untuk bisa belajar. Salah satu kolaborasi yang bisa diperjuangkan adalah bisa sekolah S3, artinya hal tersebut butuh proses, oleh karena itu melalui workshop ini dosen-dosen muda bisa mengenal lebih jauh tentang teknisnya dulu,”paparnya.

Kemudian juga dari sisi bahasa Inggrisnya juga harus benar, sehingga diperlukan tips dan trik bagaimana menyusun kalimat, menyusun struktur ide dengan baik sehingga bahasanya menjadi simpel dan akhirnya mudah dibaca, sambungnya.

“Dosen muda itu juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh dosen senior yaitu punya semangat, daya juang dan daya belajar yang sangat cepat sehingga sangat tepat untuk memulai proses pembelajaran penulisan ilmiah seperti itu,” tegasnya.

Sehingga apabila para dosen muda itu tahu jalannya, tahu caranya, dan tahu prinsipnya, saya kira mereka bisa dengan cepat menulis. Karena menulis memang tidak mudah, namun akan menjadi mudah apabila kita tahu tekniknya.

Dan menulis paper itu strukturnya ya memang tidak berkembang karena strukturnya sudah ratusan tahun ya seperti itu saja, sehingga apabila kita mengetahui tips dan triknya juga tekniknya dengan tepat dari pengalaman-pengalaman yang sudah pernah menulis dan sebagainya, lalu kita bisa mensintesis rumusnya maka kita tinggal ikuti cara itu dan itu akan lebih efektif.

“Salah satu poin penting dalam profesi dosen adalah penelitian, karena penelitian menjadi sumber dari kegiatan lain seperti pengajaran dan pengabdian yang merupakan implementasi dari penelitian itu sendiri. Penelitian juga mutlak dilakukan oleh dosen karena jika dalam konteks universitas, penelitian menjadi sarana untuk mengembangkan ilmu itu sendiri,” pungkasnya.

Acara workshop yang dihadiri oleh sekitar 54 dosen muda dan yang bersemangat muda di lingkungan Unika ini juga menghadirkan narasumber dari dosen senior Unika yaitu Dr Augustina Sulastri, Shinta Estri Wahyuningrum MCs, Dr Ekawati Marhaenny Dukut, Gustav Anandhita MArs dan Meiliana MS. (FAS)

Kategori: ,