FTP Unika Selenggarakan Kerja Praktek Virtual Training
Senin, 31 Agustus 2020 | 11:02 WIB

Salah satu sesi pemaparan materi oleh narasumber dalam Kerja Praktek Virtual Training FTP Unika

Pada tanggal 24-31 Agustus 2020, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika menyelenggarakan kerja praktek secara virtual training. Kerja praktek virtual training ini dibagi ke dalam dua kelas besar, yaitu kelas Teknologi Pangan (TP) dan Nutrisi dan Teknologi Kuliner (NTK), sesuai dengan konsentrasi program dari tiap-tiap mahasiswa peserta. Terdapat 4 topik utama dalam kelas NTK meliputi gambaran umum jasa kuliner, Catering Industry, Resto & Café, Bakery Host, dan Nutrition Division in Hospital. Sementara itu, pada kelas TP terdapat 6 topik utama yang meliputi Logistic / Warehouse, Processing, Marketing, Quality Assurance, Quality Control, dan Research and Development.

Pada kerja praktek sebelumnya, mahasiswa melakukan praktek di suatu industri pangan dan belajar melakukan analisis atau pekerjaan khusus di divisi tertentu. Namun di masa pandemi ini, kerja praktek dilaksanakan melalui video conference.
Kerja Praktek Virtual Training ini diikuti oleh 141 peserta (105 mahasiswa TP dan 36 mahasiswa NTK) yang sebagian besar merupakan mahasiswa angkatan 2018 yang mengikuti kerja praktek periode Juli-Agustus 2020.
Narasumber yang hadir memaparkan materi merupakan trainer profesional setara manajer dari berbagai industri pangan atau Owner dari industri kuliner ternama. Sebagian besar narasumber juga merupakan alumni FTP Unika dari berbagai angkatan.
Narasumber yang memberikan materi untuk kelas Teknologi Pangan adalah Cornelius Febrian Elsamanda (PT. Indofood Fritolay Makmur), Lanny Dwi Puspasari (PT Nissin Biscuits Indonesia), Francesco Limawan (PT Indofood Sukses Makmur Div. Bogasari Flour Mills), Kartika Sari (PT. Multi Bintang Indonesia, Tbk.), Felisita Inananda (PT Smart Tbk. – Refinery Surabaya), dan Paulina Gandhes Dian Krisjati (Research & Innovation, Orang Tua Group).

Sedangkan narasumber yang hadir mengisi kelas Nutrisi dan Teknologi Kuliner adalah Dr. Ir. Ch. Retnaningsih, M.P (dosen FTP Unika Soegijapranata), Mochamad Adi Widodo SE, MM (Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) dan Owner Berkah Catering & Snack), Arin Suzanti (Wong Art Resto & Café), Drs. Arie Sulistiono, MM dan Lanny Haryanto S. TP (Virgin Bakery), dan Elisabeth Lilia Yuni Susilowati, S.Tr.Gz, RD (RS. Elisabeth).
Tiap harinya, kegiatan terbagi ke dalam dua sesi. Pada sesi pertama, narasumber memaparkan gambaran umum perusahaan dan pada sesi kedua mengenai topik spesifik beserta contoh analisis kasus.

“Di sesi pertama, narasumber akan memberikan gambaran umum tentang perusahaan terkait dengan logo, sejarah, visi misi, sistem ketenagakerjaan, sistem organisasi, dan tata letak.

Di sesi berikutnya akan dijelaskan secara khusus terkait topik tertentu. Misal pada topik Quality Control, narasumber akan menjelaskan mengenai apa saja yang dikerjakan di divisi QC, analisis apa yang dikerjakan di divisi tersebut, serta bagaimana cara menghadapi dan mengalisis suatu permasalahan.

Sehingga meskipun tidak melakukan praktek secara langsung, mahasiswa tetap dapat memiliki gambaran bagaimana mereka dapat bekerja di suatu industri pangan nantinya,” ungkap Mellia Harumi, M.Sc selaku koordinator kerja praktek FTP, ketika diwawancara melalui telepon pada Rabu (26/8).

Selanjutnya, mahasiswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan topik tertentu untuk proses pembuatan laporan. Mahasiswa akan mengerjakan sesuai dengan topik yang telah dibagi, namun pembagian topik akan dilakukan setelah seluruh rangkaian pemaparan materi oleh narasumber berakhir. Sehingga nantinya, setiap mahasiswa akan memiliki satu jenis laporan yang berbeda untuk penyelesaian analisis yang berbeda, terang Mellia.

“Capaian pembelajaran dari kerja praktek virtual training ini tetap mengacu pada capaian pembelajaran dan tujuan umum dari kerja praktek, yaitu untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang siap bekerja di industri pangan dan juga memiliki gambaran terhadap industri kuliner yang sedang berkembang saat ini, misalnya seperti resto dan kafe serta catering industry.

Selain itu, kerja praktek ini juga bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan penguasaan ilmu dan teknologi untuk pengaplikasiannya di dunia kerja industri pangan. Sehingga walaupun dilaksanakan secara virtual, tetap tidak menghilangkan capaian pembelajaran yang sudah semestinya diperoleh mahasiswa,” tambahnya.

Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat dibekali dengan penguasaan ilmu sehingga mampu menjadi lulusan praktisi teknologi pangan yang baik dan berkompeten. Melalui kerja praktek virtual training ini pula diharapkan dapat semakin melatih kerjasama dan komunikasi peserta dengan rekan satu kelompok, terlebih di masa pandemi ini yang segala sesuatu dilakukan secara online. Sehingga meskipun ada keterbatasan pertemuan secara fisik, mahasiswa tetap bisa melatih kemandirian dalam bekerja, serta memiliki critical thinking yang baik dalam menganalisis suatu permasalahan melalui sesi tanya jawab yang berlangsung selama kerja praktek virtual training, pungkas Mellia.
(B. Agatha)

Kategori: ,