KKN Pandemika Unika Dampingi UMKM Umat Gereja Paroki Sambiroto
Selasa, 28 Juli 2020 | 11:41 WIB

Salah satu anggota kelompok KKN Pandemika Unika Soegijapranata saat melakukan pendampingan ke mitra dampingannya (Kedai Kopi JJ)

Dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pandemika Unika Soegijapranata semester genap tahun 2019-2020, salah satu lokasi pengabdiannya adalah di wilayah Gereja Katolik Paroki Sambiroto Semarang.

Dalam wilayah Gereja Paroki tersebut terdapat sekitar sepuluh UMKM yang dinaungi oleh bidang Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Gereja Paroki Sambiroto. Dan di pertengahan bulan Juli hingga Agustus 2020, dari sepuluh UMKM tersebut hanya dipilih lima UMKM yang akan didampingi oleh mahasiswa KKN Pandemika Unika Soegijapranata dalam masa pengabdiannya, demikian dijelaskan oleh Drs Sentot Suciarto A MP PhD selaku DPL Pandemika.

“Dalam pelaksanaan KKN Pandemika Unika di paroki Sambiroto ini, pemilihan mitra dampingan dilakukan oleh para mahasiswa itu sendiri, sehingga harapannya para mahasiswa ini dapat sepenuh hati dalam pengabdiannya selama KKN Pandemika,” terangnya ketika dimintai keterangan secara daring, tentang pelaksanaan KKN pandemika di Paroki Sambiroto, pada Senin lalu (27/7).

Kelima UMKM mitra Pandemika Unika ini beraneka ragam bidang usahanya. Ada yang melayani kebutuhan konsumen akan kopi, telur asin, kebutuhan akan bawang goreng, bakso dan aneka snack puding serta jenis makanan kecil, maupun penjual barang bekas atau kayu meubelair lainnya, lanjutnya.

“Seperti salah satu mitra dampingan mahasiswa yang KKN Pandemika ini adalah Mitra Kedai Kopi JJ. Kedai kopi JJ ini adalah café yang menyediakan minuman kopi di dekat perumahan sekitar Mangunharjo. Pemiliknya adalah pensiunan karyawan yang dengan senang hati menjadi mitra mahasiswa KKN. Selama masa pandemi covid 19, UMKM ini menutup gerai kedai kopinya dan melayani pesanan saja. Namun setelah pemerintah membuka kelonggaran UMKM untuk jualan, Kedai Kopi JJ ini buka kembali. Para mahasiswa membantu mitra untuk protokol kesehatan dan pemasaran kedai kopi ini,” tutur Sentot Suciarto PhD.

Pengurus UMKM Telor Asin Cap Lampu menerima kunjungan mahasiswa KKN Pandemika

Sedang empat UMKM lainnya yang menjadi mitra dampingan KKN Pandemika Unika Soegijapranata adalah mitra yang usahanya membuat telur asin yang masir, asli diperam dengan garam campur bubuk bata dan enak rasanya, serta diberi nama ‘Telur asin cap Lampu’.

Mitra UMKM lainnya adalah penjual bawang goreng, penjual bakso dan penjual barang bekas yang didampingi mahasiswa KKN Pandemika ini, ungkapnya.

“Diharapkan berbagai kegiatan inovasi mahasiswa dapat membantu dan bermanfaat bagi mitra untuk mendukung pemasaran online dan protokol kesehatan. Dengan demikian usaha para mitra dampingan juga dapat tetap berkembang meski dalam masa pandemi covid-19, ”tutup Sentot Suciarto PhD. (FAS)

Kategori: ,