KKN Pandemika Unika Beri Solusi Ke Mitra Dampingan yang Usahanya Terdampak Pandemi COVID-19
Selasa, 28 Juli 2020 | 9:06 WIB

Mahasiswa KKN Pandemika Unika saat observasi ke salah satu tempat usaha mitra

Tidak dapat dipungkiri bahwa penyebaran Covid-19 yang sudah menjadi pandemi mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk kegiatan usaha para pelaku bisnis dari skala mikro hingga besar. Semua pihak berupaya mencari cara untuk bisa bertahan dalam kondisi pandemi ini. Hal yang sama dilakukan oleh pengusaha UMKM yang menjadi dampingan mahasiswa KKN Pandemika Unika Soegijapranata dalam kelompok 141-145 yaitu lima kelompok dampingan yang terdiri dari empat kelompok usaha yang berada di Kelurahan Tegal Sari dan satu kelompok di Kelurahan Panggung Lor Semarang Utara, demikian diutarakan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Pandemika Dr Dwi Hayu Agustini MBA pada Senin (27/7) melalui Whatsapp.

Lebih lanjut Dr Hayu Agustini menjelaskan problem yang dihadapi para pengusaha UMKM di dua kelurahan tersebut. “Berdasarkan observasi awal oleh kelompok mahasiswa kepada mitra dampingan masing-masing, teridentifikasi masalah utama yang dihadapi oleh mitra-mitra tersebut adalah omset usaha menurun drastis,” jelasnya.

Seperti yang dijelaskannya, Dr Hayu menerangkan bahwa usaha rice bowl di Jl. Tambak Mas, Panggung Lor yang didampingi kelompok 141 menghadapi persaingan yang lebih tinggi karena usaha berada di lokasi yang banyak terdapat usaha kuliner dan bertambahnya usaha kuliner di masa pandemi ini.

Kelompok 142  mendampingi usaha yang berjualan baju gamis dan kerudung. Sejak pandemi ini, omset penjualannya menurun drastis, bahkan pada Idul Fitri yang lalu penjualan juga tidak banyak berubah, paparnya.

Kemudian kelompok 143 juga mengidentifikasi permasalahan yang sama pada dengan mitra yang berusaha di bidang jasa laundry, yaitu menurunnya permintaan jasa dari rata-rata 8 klien menjadi hanya 1 klien per hari.

Sedang kelompok 144 mendampingi usaha pembuatan snack dan aneka jajan pasar yang dikembangkan sendiri oleh mitra dari belajar dari YouTube. Omset per hari dalam kondisi normal bisa mencapai 200 dos per hari dengan nilai mencapai Rp8.000.000 per bulan. Di masa pandemi ini, omset turun hingga mencapai hanya 20 dos per hari.

Berikutnya, kelompok 145 juga mempunyai mitra dengan usaha yang memproduksi snack kering dan basah (jajan pasar) dan menjual produknya hanya di pasar. Pandemi juga menyebabkan omsetnya mengalami penurunan yang besar karena pasar sepi dan tidak pesanan untuk kegiatan sosial seperti rapat dan arisan.

Mahasiswa KKN Pandemika Unika Soegijapranata dengan salah satu mitra dampingan

Merespon berbagai permasalahan usaha sebagai dampak masa pandemi covid-19 ini, lebih lanjut Dr Hayu menjelaskan solusi yang diupayakan oleh para mahasiswa KKN Pandemika Unika, “Para mahasiswa mencoba menemukan solusi yang bisa dilakukan untuk membantu usaha bertahan dalam masa pandemi ini. Secara umum, solusi yang ditentukan lebih banyak terkait dengan upaya pemasaran khususnya promosi secara online dengan menggunakan social media seperti WhattsApp atau Instagram maupun e-marketplace yang ada seperti Tokopedia, Bukalapak. Masing-masing cara disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mitra. Upaya ini ditekankan untuk lebih meningkatkan kreativitas dan efektivitas kegiatan promosi yang sudah maupun yang akan dilakukan mitra,” ungkapnya.

“Ada kesempatan juga bagi DPL untuk mengajukan proposal kegiatan dalam rangka membantu UMKM yang ditawarkan pemerintah melalui Kemenristek/BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), yaitu program Indonesia Bangkit. Beberapa  DPL bergabung untuk mengajukan proposal kegiatan tersebut dalam membantu mitra-mitra binaan, semoga yang diupayakan bisa berhasil sehingga dapat membantu para pengusaha UMKM yang usahanya terdampak pandemi covid-19,” pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,