Cerita Psikolog Unika saat Dampingi Pasien Covid-19; Ini yang Dirasakan saat PDP Diisolasi
Jumat, 17 Juli 2020 | 8:40 WIB

image

Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata berikan program dukungan psikososial bagi masyarakat yang menjalani isolasi di Rumah Dinas Walikota Semarang.

Selama masa pandemi covid-19, rumah dinas orang nomor satu di Kota Semarang itu dialihfungsikan sebagai tempat isolasi pasien covid-19.

Setelah hampir satu bulan program tersebut berjalan, Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya melakukan bincang dari hati ke hati secara daring guna mendapatkan cerita dan pengalaman dengan tim konselor Psikologi dari Fakultas Psikologi dan dekan Dr Sih Setija Utami, pada hari Minggu (12/7/2020) lalu.

Dalam pertemuan secara daring tersebut, koordinator program yang juga psikolog, Kuriake Kharismawan menjelaskan pelaksanaan program dukungan psikososial.

“Program yang dilakukan sejak tiga minggu lalu punya tujuan untuk meningkatkan immunes system pasien, dengan membantu mereka dalam mengelola stres.

Bentuk kegiatan dukungan psikososial yang dilakukan di rumah dinas meliputi: sharing kelompok, konseling individual, berbagai ragam relaksasi, terapi, hingga permainan dan hiburan,” jelasnya.

Kuriake Kharismawan menuturkan, apa yang dilakukan oleh dia dan tim ditanggapi secara positif oleh semua pasien yang ada di rumah dinas walikota.

Bahkan, para pasien terlihat kooperatif dalam mengikuti semua kegiatan yang dilakukan satu minggu tiga kali ini.

“Sebagian pasien yang konseling dengan kami menceritakan atau menunjukkan gejala stres, yaitu asam lambung yang tinggi, sariawan, mengalami susah tidur, sakit kepala, hingga eksim di kulit,” terang Kuriake.

Lebih lanjut, Kuriake menyampaikan ada kenaikan jumlah pasien pulang atau dinyatakan sembuh dari semula 14 orang pada awal Juli dan info terakhir jumlah pasien pulang atau sembuh naik menjadi sekira 54 orang.

Baginya, pekerjaan program dukungan psikososial bagi pasien terdampak covid-19 ini terasa paling menantang dari program-program yang pernah dilakukan sebelumnya, termasuk sulitnya mencari relawan yang bersedia menjadi konselor.

Hal tersebut karena dalam program ini konselor sangat berisiko untuk tertular covid-19. Namun dia menegaskan penerapan protokol kesehatan covid-19 secara ketat, tidak bisa ditawar-tawar.

Rektor Unika Soegijapranata, Prof Ridwan Sanjaya sangat mengapresiasi respon dari Fakultas Psikologi yang menurunkan tim konselornya untuk membantu Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kesehatan pasien.

“Apa yang dilakukan tim konselor menjadi pencerminan kepekaan universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang sungguh hadir untuk memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat. Di mana saat ini sedang dalam masa sulit dan tidak tentu akibat pandemi covid-19,” ucap Prof Ridwan.

Setelah mendengar secara langsung berbagai kebutuhan di lapangan saat mendampingi pasien covid-19 ini, Prof Ridwan Sanjaya menyampaikan dukungannya untuk kebutuhan vitamin, masker medis, dan tambahan sound system agar program berjalan lancar, sehat, dan aman.

Tim dari fakultas lain yang dikelola oleh Lembaga Penlitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) juga akan mendukung dalam bentuk aktivitas yang menyenangkan dan edukatif, seperti kompetisi catur online, lomba membuat manisan, dan lain sebagainya.

https://jateng.tribunnews.com/2020/07/15/cerita-psikolog-unika-saat-dampingi-pasien-covid-19-ini-yang-dirasakan-saat-pdp-diisolasi?page=all

Kategori: