Wisuda Pakai Face Tracing Animasi Diapresiasi Leprid
Senin, 22 Juni 2020 | 9:04 WIB

image

Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata Semarang, kali pertama menggelar prosesi wisuda sarjana di masa Pandemi Covid-19 ini menggunakan teknologi Face Tracking Animasi untuk menghindari kerumunan dan menjaga physical distancing agar terhindar dari penyebaran virus Corona.

Prosesi wisuda sarjana dibuat dari penggalan-penggalan dokumentasi video acara sama sebelum pandemi. Hanya sambutan-sambutan Rektor dan beberapa yang berkempentingan dibuat dengan rekaman video terpisah. Prosesi pemindahan tali toga pun dilakukan oleh model untuk kemudian wajahnya dianimasi dengan foto para wisudawan sehingga menjadi gambar gerak seolah-olah nyata.

Pengolahan teknis videografi animasi ini digarap kerjasama dengan Dreamlight Studio, sebuah production house di Jawa Tengah dan disiarkan melalui jaringan Youtube pada Sabtu (20/6/2020) mulai pukul 08.00 WIB hingga sore sebagai pengganti acara wisuda sarjana.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unika Soegijapranata, Cecilia Titiek Murniati mewakili Rektor Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC mengatakan bahwa cara ini merupakan hal pertama yang dilakukan sebagai pengganti wisuda secara fisik. Tujuannya agar prosesi yang sakral dalam kelulusan sarjana tetap membekas bagi wisudawan.

“Memang unik, para wisudawan dan wisudawati tidak mendatangi acara wisuda, namun bisa menyaksikan dirinya diwisuda di Youtube. Bahkan anak orang tua wisudawan yang sedang menonton di Youtube langsung telpon menanyakan ke kami, anaknya kok ikut wisuda, padahal sebelumnya pamit untuk ke toko. Juga ada yang menanyakan kenapa kok tidak mengundangnya, lantaran di video animasi juga menampilkan deretan undangan orang tua yang sebenarnya itu merupakan dokumentasi wisuda Desember tahun lalu,” ungkap Cecilia didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Wisuda Animasi, Bernadeta Lenny Setyowati, Sabtu (20/6/2020).

Bernadeta sendiri mengakui penyelenggaraan wisuda dengan Face Tracking Animation meski dikerjakan hanya melalui perangkat tanpa berada di lokasi kampus Unika Soegijapranata, namun tetap saja memeras pikiran. “Bedanya kalau wisuda fisik butuh waktu sehari, ini persiapannya 2 minggu dan harus mengumpulkan foto wisudawan sebanyak 536 orang. Foto muka dalam esolusi tinggi kemudian dipasangkan ke model yang disiapkan mengikuti prosesi. Dari segi beaya pun juga lebih besar,” ungkap Bernedeta.

Atas inovasi ini, Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan pencatatan rekor kepada Unika Soegijapranata. Sertifikat dan tropi rekor diberikan kepada Rektor Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC atas pemrakarsa Wisuda Virtual dengan Teknologi Animasi Deteksi Wajah (Face Tracking Animation).

“Kami rasa patut untuk masukkan ke dalam catatan rekor prestasi kami. Harapannya ini bisa menginspirasi semua kalangan bahwa dalam menghadapi Pandemi Covid-19 bisa memunculkan cara-cara kreatif. jangan jadikan Pandemi ini hambatan, namun tantangan yang harus dijawab dengan kecerdasan dan inovasi,” papar Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka SH.

Paulus juga mengungkapkan, inovasi video Face Tracking Animation yang digunakan untuk menampilkan Prosesi Wisuda secara virtual ini baru ada dan terjadi di Indonesia, khususnya di Unika Soegijapranata Semarang.

https://www.krjogja.com/pendidikan/kampus/wisuda-pakai-face-tracing-animasi-diapresiasi-leprid/

Kategori: