Visi Ekonomi Ekologis
Jumat, 19 Juni 2020 | 14:53 WIB

SM 19_06_2020 Visi Ekonomi Ekologis

Oleh: Aloys Budi Pumomo Pr, mahasiswa Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata

DALAM rangka peringatan ulang tahun ke-5 Ensiklik Laudato Si: Perawatan Bumi, Rumah Bersama (24 Mei 2020) di Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan, comnavirus telah menantang semua orang menyoroti pentingnya merawat rumah kita bersama dan mengembangkan visi "ekonomi ekologis". Terutama, kita semua diajak membangun pengharapan bahwa refleksi seputar peringatan ulang tahun Laudato Si’ akan membantu untuk membuat dan memperkuat sikap konstruktif untuk pemeliharaan ciptaan.

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus juga menetapkan Tahun Laudato mulai 24 Mei 2020 hingga 24 Mei 2021. Untuk pertama Laudato Si’ dipublikasikan tanggal 18 Juni 2015. Kalau kita diundang untuk merawat bumi sebagai rumah bersama Pertanyaannya adalah, bumi seperti apa yang ingin kita wariskan bagi generasi yang akan datang, kepada anak-anak dan cucu-cicit kita?

Persoalannya adalah, bumi sekarang ini sedang menanggung krisis yang sangat tragis. Krisis itu disebut krisis ekologi. Yang paling terdampak dan krisis ekologi adalah kaum miskin yang rentan. Itulah sebabnya, Paus Fransiskus mengajak semua orang untuk merawat bumi, rumah bersama, dan kaum miskin yang paling rentan akibat krisis ekologi yang terjadi.

Fokus Kemanusiaan
Menyadari bahwa peringatan lima tahun Laudato Si’ bertepatan dengan pecahnya pandemi Covid-19, Paus Fransiskus berharap bahwa ensiklik bertema lingkungan hidup dengan fokus pada kemanusiaan dan keutuhan ciptaan serta kelestarian lingkungan hidup itu dapat menjadi kompas moral dan spiritual untuk perjalanan menciptakan lebih banyak kepedulian, persaudaraan, perdamaian, dan pembangunan holistik yang berkelanjutan. Maka, fokusnya tidak hanya pada peningkatan dan percepatan ekonomi dengan menghalalkan segala cara, melainkan kemajuan yang berlandaskan pada kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kita semua memiliki kesempatan untuk mengubah keluhan dan kesusahan yang saat ini menjadi kepedihan semua orang, melalui cara baru hidup bersama dalam cinta, kasih sayang, dan solidaritas dengan sesama dan semesta Kebersamaan yang saling mendengarkan menghadirkan hubungan yang lebih harmonis dengan sesama manusia dan semesta alam ciptaan.

Pandemi Covid-19 telah menunjukkan seberapa dalam umat manusia saling berhubungan dan saling bergantung satu terhadap yang lain. Kesadaran inilah yang mestinya menjadi landasan untuk memasuki peradaban baru di era normal baru (new normal).

Ketika banyak negara mulai membayangkan seperti apa dunia pasca-pandemi Covid-19 nantinya, kita semua disadarkan betapa terutama kita membutuhkan pendekatan integral terhadap alam semesta dan relasi dengan sesama, terutama mereka yang sering dilecehkan dan diabaikan oleh kepentingan ekonomi-politik semata. Secara global semakin disadari betapa semuanya saling terkait. Masalah yang saat ini kita hadapi pun membutuhkan visi yang mampu memperhitungkan setiap aspek dari krisis global.

Vatican mendorong diwujudkannya visi ekonomi ekologis, yakni visi pembangunan manusia integral yang tidak bersifat destruktif terhadap alam semesta. Maka, visi ekonomi ekologis bisa mengadopsi gaya hidup yang lebih sederhana dan mengembangkan berdasarkan produksi berkelanjutan, perdagangan adil, menggunakan lebih sedikit plastik, dan mengadopsi pola makan nabati yang lebih banyak untuk mengurangi konsumsi daging, serta penggunaan transportasi umum yang lebih luas untuk mengurangi polusi udara.

Ekonomi dan ekologi seharusnya tidak saling bertabrakan sebab mengacu pada satu subjek yang sama yakni mengurus kesejahteraan rumah bersama. Rumah itu tidak hanya menyangkut segelintir orang atau kelompok tertentu, melainkan mencakup semua orang, terutama generasi masa mendatang.

►Suara Merdeka 19 Juni 2020 hal. 4

Kategori: ,