Tetap Produktif Walau #DIRUMAHAJA
Selasa, 9 Juni 2020 | 16:45 WIB

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (BEM FBS) Unika Soegijapranata pada (6/6) lalu pukul 14.00 WIB menyelenggarakan Fla Talk Tea secara daring melalui Google Meet. Acara ini terbuka untuk umum.

Wakil Ketua BEM FBS Unika, Ruth Elisabeth Johannes, menuturkan bahwa Fla Talk Tea merupakan sebuah dialog interaktif yang bersifat santai. “Tujuan acara ini dirancang adalah untuk menjadi media berbagi ide, cerita, dan pengalaman, terutama bagi keluarga besar FBS (mahasiswa, dosen, tendik, dan alumni) dan juga bagi mahasiswa atau para audiens yang lain”, ujarnya.

Pada acara Fla Talk Tea ini, terdapat dua orang narasumber yakni Anita Angelina Wibawa dan Margaretha Maria Nastiti. Tema yang diusung pada dialog interaktif ini adalah Tetap Produktif Walau #DIRUMAHAJA.

“Kami memilih tema tersebut karena kami mau mengangkat pembahasan atau isu yang dekat dengan kehidupan kita sehari – hari. Kita sekarang sedang berada di masa pandemi Covid – 19 yang mengharuskan kita untuk mengerjakan sesuatu di rumah aja dan secara online, bahkan kita belum bisa bertemu dengan teman – teman, dosen, dan lain lain secara langsung. Pasti kita merasa jenuh, bosan. Ditambah dengan berbagai berita tentang penambahan jumlah pasien positif Covid – 19 yang terus bertambah. Maupun berbagai fakta atau berita negatif tentang Covid – 19 yang membuat kita bisa saja semakin kepikiran tentang hal negatif. Kami mau dengan membahas kegiatan positif dan produktif selama di rumah aja bisa menjadi motivasi untuk para audiens agar bisa melakukan hal yang sama, jadi tidak terus berpikir sisi negatif dari adanya Covid – 19 ini”, jelas Ruth.

Dalam dialog interaktif ini, terdapat berbagai hal yang dibahas, dua diantaranya adalah suka duka kuliah daring dan kegiatan positif yang dilakukan selama di rumah aja.

Margaretha Maria Nastiti menyampaikan bahwa pada saat pertama kali ia mendapat kabar bahwa Unika akan menjalankan kuliah secara daring, ia merasa senang karena ia dapat menghemat biaya transportasi. “Bagi yang cewek nih, tidak perlu dandan. Tidak perlu mandi karena memang ada beberapa mata kuliah yang tidak mengharuskan camera on. Tapi kalau saya pribadi, saya selalu berusaha menghargai dosen yang sudah membuka akses untuk kelas online. Jadi, aku selalu mandi dulu, dandan, dan aku gak pernah pakai piyama pada saat kelas online walaupun itu hanya absen dan langsung mengerjakan tugas yang ada di Cyber Unika. Jadi, kayak gak ada bedanya gitu. Cuma bedanya ya kuliahnya kita gak bisa lihat dosen secara langsung, gak bisa tatap muka”, ucap Asti.

Sementara Anita Angelina Wibawa mengatakan bahwa selama masa pandemi Covid – 19 ini ia melakukan berbagai hal yang dapat mengembangkan kemampuan diri sendiri. “Misalnya nih kayak aku yang gak suka masak, tiba – tiba bisa masak. Bisa bikin Dalgona Coffee. Yang dulunya gak bisa buat alis, sekarang bisa buat alis. Dulu gak suka baca buku, sekarang sudah membiasakan diri untuk membaca buku”, jelas Anita.

Dengan adanya Fla Talk Tea ini, Ruth Elisabeth Johannes berharap agar acara ini dapat dilaksanakan secara rutin.

Kategori: ,