Sudah Bekerja Walaupun Belum Diwisuda
Jumat, 19 Juni 2020 | 17:23 WIB

“Lakukan yang terbaik bersama Tuhan” Itulah motto hidup dari seorang Reghina Putri Hemayanti  sebagai salah satu wisudawan terbaik dari Program Studi Perpajakan Unika Soegijapranata dengan IPK 3,85. Wanita yang lahir pada tanggal 14 April 1999 di kota Semarang ini, mengambil motto hidupnya dari pengalaman-pengalaman hidup yang telah dilaluinya selama ini.

Ghina yang katanya  mempunyai hobi nyanyi, nonton drama korea ini sebelumnya bersekolah di SMA Negeri 8 Semarang.

“Evaluasi Perhitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dan Pajak Penghasilan (PPH) Studi Pada CV Mariposa” adalah judul skripsi dari Ghina. “Ketika dulu Ia ingin mengambil data dari sebuah perusahaan dan justru tertarik untuk menelitinya”, jelasnya ketika ditanya alasan memilih judul tugas akhir tersebut.

Putri dari Pak Sarno dan Ibu Ida Damayanti K ini diam-diam ternyata sekarang sudah melamar di Yayasan Dana Pensiun dan sudah diterima. “Besok saya sudah mulai kerja di sana”, itulah ungkapan rasa bahagia ketika mendengar bahwa Ia sudah diterima untuk bekerja di sana.

Anak pertama dari 2 bersaudara tersebut juga aktif dalam berbagai kegiatan kepanitiaan yakni KPP menjadi P3K, menjadi relawan pajak 2019, ikut dalam SGS periode 2019-2020, menjadi asisten dosen.

Memang kegiatan yang dimiliki oleh Ghina amat banyak. Ia pun juga mengakui bahwa dirinya tidak rajin belajar. “Aku hanya belajar kalau di Kampus”, jelasnya. Namun Ia juga punya cara untuk membagi waktu yaitu  selama di kampus, kuliah, Ia memperhatikan dengan serius dan mencatat apa yang sudah dipelajari. “Berusaha membagi waktu mana yang penting dan mana yang kurang penting”, tambahnya.

Untuk mencapai sebuah kesuksesan tentunya pasti ada hambatan yang dialami. “Hambatannya adalah ketika saya memasuki semester 3, saya sempat jatuh karena kondisi keluarga yang kurang mendukung”, jelasnya. Namun Ia tidak lantas menyerah begitu saja. Ia pun kembali bangkit dengan segala usahanya dan senantiasa tekun berdoa kepada Tuhan. Hingga pada akhirnya Ia pun kembali bangkit.

“Gak mau belajar boleh. Tapi harus rajin ketika di kampus, mendengar dan mencatat apa yang diajarkan oleh dosen. Harus dekat dengan Tuhan. Aspek non akademis juga harus ditingkatkan dan jangan dilupakan”, pesannya untuk para adik tingkat. (AAT-AS)

Kategori: ,