Pengetahuan Sebagai Investasi Paling Utama
Jumat, 19 Juni 2020 | 17:13 WIB

Setelah lulus dari program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Soegijapranata, selanjutnya berkarir di beberapa perusahaan hingga akhirnya saat ini aktif berkarir sebagai seorang property brokerage, konsultan manajemen dan training, serta financial planner, Minarni Hartono ternyata masih ingin mengembangkan diri dan memperdalam ilmunya di Program Magister Manajemen Unika Soegijapranata.

Minarni Hartono terpilih sebagai wisudawan terbaik program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada wisuda periode I tahun 2020, dengan IPK 3,74 dengan pujian.

Judul tesis yang dipilihnya adalah “Pengaruh Kepemimpinan Strategis Terhadap Kinerja Pada Agen Hore Properti Dengan Motivasi Dan Pelatihan Sebagai Variabel Moderasi.”

Saat ditanya alasan yang melatarbelakangi memilih studi lanjut di Magister Manajemen Unika Soegijapranata, Ibu satu anak dan istri dari Gustav Iskandar ini menjelaskan pendapatnya.

“Dengan profesi yang saat ini saya jalani, maka saya harus upgrade ilmu yang ke kinian di Unika Soegijapranata yang sudah banyak dikenal sebagai PTS terbaik di Jawa Tengah. Tetapi lepas dari itu semua sebelum saya menempuh S-2, saya juga selalu aktif untuk update kompetensi,” ucap Minarni.

Sedangkan motivasi studi lanjut, seperti setiap orang pada umumnya pasti memiliki investasi, dan bagi saya untuk saat ini, saya memilih investasi pengetahuan. Karena yang paling utama adalah pengetahuan, sebab meskipun kita punya uang tapi minim pengetahuan, resikonya kita bisa bangkrut dalam waktu yang sangat singkat, imbuhnya.

Hal lain yang mendorong saya untuk studi lanjut adalah meskipun saya sebagai konsultan manajemen dan sudah ikut kompetensi serta sering melihat di youtube, aktif di sosial media, sering ikut seminar tetapi pengetahuan harus tetap diupdate terus.

Dan menariknya, selama studi saya paling senang menantikan sesi kuliah. Karena yang dibahas dalam perkuliahan itu mengenai banyak sisi dari perusahaan-perusahaan, mulai dari strategi pemasarannya, kemudian pengetahuan produk serta banyak hal lainnya termasuk menarik juga bisa mempelajari manajemen internasional, jelasnya lebih lanjut.

Tentu saja, sebagai praktisi saya memang harus beradaptasi terhadap budaya pengetahuan yang sedang saya jalani, jadi saya harus berusaha keras dan meluangkan waktu untuk menulis yaitu membuat tugas kuliah hingga mengerjakan tesis. Namun dengan motto saya, “Never Dream For Success But Work For It” saya bisa menuntaskan apa yang menjadi tanggungjawab saya.

Dalam hidup itu ada tiga hal yaitu life skill, people skill, dan process skill. Life skill, artinya bagaimana kita bisa bertahan hidup, sedang yang tidak kalah penting adalah people skill,  karena people skill  ini adalah yang paling mendasar dan harus dikuasai oleh setiap orang dari semua disiplin ilmu apalagi bagi mereka yang mau lulus, meliputi cara komunikasi, cara bernegosiasi, bagaimana membangun empati, serta harus mampu membedakan antara hard skill dan soft skill. Dan yang terakhir adalah process skill, yang berarti kemauan untuk bertumbuh yang harus dilakukan seperti habit (kebiasaan). (fas)

Kategori: ,