“Keep Moving Forward”
Jumat, 19 Juni 2020 | 17:11 WIB

Yemima Frida Gracetian adalah anak pertama dari dua bersaudara yang lahir 27 tahun silam. Perempuan yang lahir di Surabaya ini pernah bekerja selama 3 tahun di sebuah sekolah di Surabaya sebelum akhirnya mengambil studi lanjut di Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Katolik Soegijapranata.

Selama melaksanakan studi di Program Studi Ilmu Komunikasi, ia mengaku merasa senang, enjoy, dan sangat diperlengkapi dengan berbagai macam pengetahuan. Karena sejatinya berkomunikasi memiliki arti yang sangat luas dan dalam. Apabila seseorang melakukan komunikasi dengan efektif maka akan mendapat dampak yang sangat besar.

“Belajar Ilmu Komunikasi itu menurutku adalah sebuah paket lengkap. Secara tidak langsung kita jadi bisa belajar banyak hal. Dengan melihat bagaimana cara berkomunikasi kepada seseorang dengan efektif, kita jadi bisa belajar tentang psikologi. Dengan belajar bagaimana cara memasarkan produk secara efektif kepada khalayak dan bisa diterima dengan baik, kita juga otomatis belajar tentang pemasaran. Belum lagi ada banyak cara menyampaikan pesan ditempat yang berbeda-beda, lewat media atau secara langsung.”

Yemima juga mengaku senang bisa mengetahui bagaimana alur kerja di industri media ataupun sebuah perusahaan karena adanya program media and company visit yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi. Dengan begitu, ia bisa belajar secara langsung dan mengetahui situasi di lapangan.

Tak hanya itu, pengalaman yang Yemima dapatkan semasa di bangku kuliah juga ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena adanya perbedaan usia dengan teman-teman sekelasnya Yemima mengaku justru bisa belajar banyak, sekaligus menerapkan ilmunya secara langsung pada kehidupan sehari-hari. “Karena adanya perbedaan usia, bahkan usia teman-teman sekelasku itu seusia adikku, aku jadi bisa belajar banyak. Seperti bermain dua peran rasanya. Kadang aku bisa jadi kakak yang harus bisa “ngemong” teman-temanku, tapi disatu sisi aku juga harus tetap jadi diriku sendiri.”

“….. dan semoga apa yang aku lakukan bisa berdampak baik bagi teman-teman semua. Awal beradaptasi memang sulit, tapi aku berusaha setiap hari meyakinkan diriku untuk ingat apa tujuanku kuliah, meyakinkan diriku bahwa kuliah itu enak, dan melihat semuanya dari sudut pandang yang lebih positif.”

Selama menjalani perkuliahan, perempuan yang ingin kerja di industri transportasi juga aktif berorganisasi. Ia pernah bekecimpung di Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (HMPS-IK) pada semester III-IV dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi (BEMFHK) pada semester V-VI.

Ia juga kerap kali ikut kepanitiaan yang bekerja sama dengan dosen-dosen di Program Studi Ilmu Komunikasi, seperti mengadakan berbagai lomba iklan layanan masyarakat dan melakukan kampanye anti hoax di sekolah-sekolah. Pengalaman berorganisasi tersebut dijadikan Yemima sebagai media untuk belajar bagaimana caranya menyelesaikan masalah dengan tepat di tengah situasi yang tidak menentu, manajemen waktu, dan kerja sama dalam tim. Secara tidak langsung Yemima belajar mengasah softskills-nya.

Pada saat mengerjakan skripsi, ia memilih untuk meneliti hubungan interpersonal para pelatih dan anggota difabel di Roemah Difabel Semarang. Ia tertarik untuk meneliti tentang hubungan interpersonal antara pelatih dan anggota difabel yang ada di Roemah Difabel Semarang dalam memberikan pelatihan kewirausahaan. Ia menjelaskan bahwa pada saat seseorang melakukan komunikasi interpersonal perlu adanya hubungan interpersonal yang baik, demi tercapainya penyampaian pesan yang efektif. Ditambah orang difabel itu berbeda, dan pasti cara berkomunikasinya juga berbeda.

Di tengah-tengah menyusun skripsi, Yemima juga mendapat banyak pelajaran berharga. Dari perjuangan menyelesaikan skripsi ini, ia dapat belajar tentang nilai-nilai baru. “Skripsi itu menyenangkan, walaupun membosankan. Walaupun membangun mood untuk selalu konsisten mengerjakan skripsiku itu sulit, tapi harus diingat bahwa skripsi itu skripsweeeeet.” Ia juga menambahkan bahwa perjalanan skripsi ini menjadikan dia orang yang lebih rendah hati, peduli dengan sekelilingnya, dan kritis terhadap sesuatu. (SN)

Kategori: ,