Diskusi Serial ke-4 Di Rumah Unika Bahas Peran Arsitektur Modular dan Komunikasi Visual Dalam Masa Pandemi Covid-19
Jumat, 12 Juni 2020 | 12:10 WIB

Diskusi Serial #4 Di Rumah Unika , FAD Unika Soegijapranata

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata dalam masa pandemi covid-19, telah menyelenggarakan forum diskusi yang secara bergantian diisi oleh pemateri atau narasumber dari perwakilan setiap fakultas di Unika Soegijapranata pada setiap serialnya.

Kali ini, forum diskusi yang disebut  Diskusi Rutin Bersama Hadapi Covid-19 oleh Unika (Di Rumah Unika) pada Kamis (11/6), diisi oleh pemateri dari  Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata.

Dengan menghadirkan dua narasumber Bonifacius Bayu MSc dari prodi Arsitektur yang mengupas tentang “Peran Arsitektur Modular sebagai Konsep Fasilitas Penyedia Sarana Prasarana Penanganan Darurat Pasien Covid-19”. Dan narasumber  Ryan Sheehan Nababan MSn yang menyoroti topik “ Peran Komunikasi Visual di Tengah Pandemi Covid-19”, serta  dipandu dengan apik pula oleh moderator diskusi oleh Maria Damiana Nestri Kiswari MSc, telah membuat diskusi serial ke-4 ini menjadi menarik dan enak disimak.

Acara yang juga disiarkan via youtube ini, banyak menarik peserta dan pemerhati karena topik yang dibahas sangat relevan dengan situasi pandemi covid-19 serta bisa menjadi wacana dan masukan yang positif tentang peran arsitektur dan komunikasi visual di tengah masyarakat dan pemerintah sebagai penentu kebijakan.

Dalam paparannya Bonifacius menjelaskan mengenai bagaimana sikap dari arsitektur untuk menghadapi pandemi covid-19 melalui buah karya rancangan yang memang bisa di adaptasi dengan fabrikasi yang cepat melalui modul arsitektur.

“Modul arsitektur yang kami rancang ada kaitannya dengan sebuah proses pembuatan konstruksi bangunan yang sudah dilakukan secara cepat, yang tujuannya adalah untuk penanggulangan pasien covid-19, seperti halnya field hospital semacam itu, ” terangnya.

Modul Arsitektur ini kaitannya secara sistematis adalah merupakan suatu konstruksi rangkaian yang cukup kompleks, dan bisa lebih adaptif dengan lingkungan.

Jadi misalnya kita sudah punya suatu modul tertentu dengan area yang mengalami perbedaan ukuran, itupun juga bisa menyesuaikan dan bisa beradaptasi. Mengenai ukurannya juga bisa kita sesuaikan dengan ukuran atau modul-modul dasar sehingga nanti yang menjadi kekhasan itu adalah dari segi polanya, cara assemblingnya, kemudian juga cara pengembangannya di lapangan, lanjutnya.

Salah satu kontribusi kami dalam masa pasca pandemi covid-19 adalah apabila pemerintah suatu saat memiliki agenda untuk membangun sebuah rumah sakit khusus penanganan covid-19 di area yang baru, semacam lahan baru yang luas, terisolasi dan tidak ada bangunan di sekitarnya, demikian pula populasi warga juga dibatasi.

Dalam rancangan tersebut tentu kita pikirkan juga bagaimana membuat suatu fasilitas lingkungan hidup yang nyaman, tanpa mengesampingkan fungsi bangunan sebagai rumah sakit berikut fasilitas kesehatan di dalamnya, tuturnya.

Sedang Ryan Sheehan Nababan, dengan topik yang dipaparkannya juga mengulik tentang media komunikasi visual yang akan digunakan oleh berbagai pihak selama pandemi covid-19 ini.

“Komunikasi visual itu sederhananya adalah adanya komunikator yang memberikan informasi dan menyampaikan pesan kepada komunikan atau penerima pesan. Jadi ada pesan dan penerima pesan. Dalam hal penanganan covid-19 ini, komunikatornya adalah pemerintah dan komunikannya adalah rakyat Indonesia,” jelasnya.

Dalam penyampaian komunikasi ini, lebih mementingkan pada bahasa visual, karena bahasa visual ini dinilai lebih komunikatif, efektif, efisien, terpola, terpadu, tepat, dan memiliki nilai estetis, sambungnya.

Sedangkan peran komunikasi visual dalam sosialisasi penanganan pandemi covid-19 oleh pemerintah adalah (1) komunikasi visual memudahkan masyarakat memahami informasi penting terkait covid-19,(2) komunikasi visual efektif memberikan informasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar tidak terinfeksi virus corona,(3)  komunikasi visual dapat menyampaikan pesan dan informasi pencegahan persebaran virus corona dengan tidak bertele-tele, tapi lugas dan jelas, (4) komunikasi visual dapat menyampaikan pesan dan informasi secara artistik dan tidak kaku, (5) komunikasi visual efektif memberikan efek ketenangan dalam menghadapi wabah virus corona. (FAS)

Kategori: ,