Dikembangkan Protokol Keamanan Alat Kesehatan di Sistem Telemedicine
Jumat, 19 Juni 2020 | 15:04 WIB

SM 19_06_2020 Dikembangkan Protokol Keamanan Alat Kesehatan di Sistem TelemedicinePengamanan alat-alat medis di masa pandemi Covid-19 makin penting dilakukan bagi sebuah fasilitas kesehatan. Tidak hanya data alat-alat kesehatan saja tetapi juga kepada manajemen alat kesehatan itu. Untuk itu, saat ini dikembangkan protokol kemananan alat kesehatan terpusat di sistem Telemidecine.

Hal ini dikatakan Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Informatika (TI) Unika Soegijapranata, YB Dwi Setianto ST MCs CCNA dalam Seminar Online IT 2020 Serial I yang digelar Prodi TI Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata bersama NUNI dalam tema "Jejaring Program Studi Teknik Informatika NUNI" yang digelar baru-baru ini.

Dwi Setianto menyebut penelitian itu dilakukan sebelum ada pandemi Covid-19, lalu menjadi semakin menguat urgensinya di masa sekarang.

"Di masa revolusi industri 4.0-ada tiga bidang yang terdampak dalam industri alat-alat kesehatan yaitu digitalisasi pelayanan kesehatan, servis untuk meningkatkan engagement, dan diagnostic yang berarti bagaimana dokter bisa lebih tegak diagnosanya dengan sistem IT di industri 4.0," kata Dwi Setianto.

Hal lain yang menjadi persoalan adalah di Indonesia, Dwi Setianto mengungkapkan setiap alat kesehatan itu harus diperiksa oleh otoritas yang bemama Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan (PBFK) di bawah Kementerian Kesehatan. Sehingga menurutnya tidak akan mudah menggunakan alat kesehatan sebagai dasar diagnosa.

Solusi Kesehatan
Kemudian alat kesehatan itu secara medis harus terikat dengan fasilitas alat kesehatan yang dimiliki oleh puskesmas atau rumah sakit. Berikutnya, alat kesehatan mestinya bisa dilihat oleh petugas kesehatan.

Pemaparan Dwi Setianto ini disimak perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) YANG bekerja sama dengan Nationwide University Network in Indonesia (NUNI). Disebutkan ada 8 PTN dan 13 PTS yang sudah berjejaring.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Unika Soegijapranata, Benny Danang Setianto SH LLM MIL dalam Seminar Online IT 2020 Serial I itu diselenggarakan untuk mengatasi persoalan publik di masa pandemi Covid-19. Hal itu sebagai wujud gagasan yang dibicarakan dalam halal bi halal NUNI beberapa waktu lalu.

Selain Dwi Setianto, juga hadir praktisi teknologi informasi Yoga Hariman SKom MM bersama Jefri Setifanus SKom CCNA. Mereka juga menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut.

►Suara Merdeka 19 Juni 2020 hal. 10

Kategori: