Diasah kepekaan dan Keilmuannya Dengan Menulis
Senin, 15 Juni 2020 | 10:28 WIB

Menjadi pengalaman tersendiri bagi Jonathan Calvin untuk bisa bergabung di Kronik Humas Unika Soegijapranata selama hampir 4 tahun. Sembari menjalani kegiatan kuliah, Calvin, seperti biasa ia dipanggil, banyak mengisi waktu jeda dan libur kuliah untuk kegiatan liputan di kronik sembari mengisi rasa ingin tahunya pada berbagai macam ilmu dengan mengikuti berbagai seminar lintas ilmu. Di samping mengikuti kegiatan seminar, bagi Calvin, kegiatan wawancara berbagai narasumber di kronik termasuk para wisudawan terbaik pada setiap periode wisuda, juga membuatnya menjadi termotivasi mengikuti jejak sukses mereka.

Calvin yang menimba ilmu di Program Studi Teknologi Pangan, pada tanggal 29 April 2020 ia dinyatakan lulus, dan akan mengikuti wisuda periode II tahun 2020. Calvin mengakui dalam kesehariannya, ia tidak hanya menjalani kuliah saja, tetapi juga ia isi dengan kegiatan non akademik. Diantaranya, Calvin pernah menjabat sebagai anggota Senat Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian bidang Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Komisi Eksternal.

Bagi Calvin, menimba ilmu di Teknologi Pangan merupakan pengalaman yang menyenangkan,  karena ilmu yang diperoleh bisa melihat pangan dari banyak aspek, dan menurutnya melalui kronik, ia semakin diasah kepekaannya terhadap berbagai isu-isu pangan dalam skala lokal maupun global.

“Selama mengikuti kronik, menurut saya banyak pengalaman yang tidak terlupakan seperti bertemu dan mendengarkan pemaparan materi para tokoh atau narasumber, mendengarkan cerita-cerita yang menginspirasi serta bagian yang paling menyenangkan adalah bisa membagikan cerita inspiratif melalui media cetak hingga media online,” tuturnya.

Dalam penuturannya lebih lanjut, Calvin juga menceritakan terkait beberapa pengalamannya selama menjadi wartawan kronik. Salah satunya, saat ditugaskan untuk meliput refleksi karya dosen dan tenaga kependidikan Unika Soegijapranata 2017 di Wonosobo.

“Pada saat itu, sembari menjalani tugas untuk membuat liputan, saya juga hitung-hitung refreshing sambil menikmati udara segar di Wonosobo karena biasanya refleksi karya diadakan saat libur pergantian semester. Dalam kegiatan itu saya bisa melihat secara langsung keindahan alam dan kehidupan para petani di pedesaan, dan itu menjadi pengalaman tersendiri bagi saya,” ucap Calvin.

Calvin yang mempunyai hobi menulis ini juga berkesempatan mengangkat kisah salah satu wisudawan Unika yang menyandang disabilitas. Bagi Calvin, proses wawancara menjadi bagian yang cukup menantang karena narasumber wisudawan mempunyai keterbatasan dalam hal berbicara dan mendengar, hingga akhirnya hasil liputan tersebut dapat diangkat di salah satu media cetak.

Dari pengalamannya yang aktif mengikuti berbagai kegiatan non-akademik termasuk menjadi wartawan di kronik, Calvin menyadari bahwa pentingnya kegiatan di luar akademik guna mengasah kepekaan terhadap berbagai isu di masyarakat yang tidak semuanya didapat di kelas. Untuk itu, Calvin menyarankan pentingnya kegiatan non-akademik bagi para mahasiswa agar semakin peka akan isu-isu yang nantinya mungkin dihadapi di masyarakat.

Kategori: ,