Ciptakan Alat Sensor Otak
Jumat, 19 Juni 2020 | 17:04 WIB

Sosok yang terlihat kalem dan ramah ini sering disapa Titis. Dia adalah salah satu wisudawan terbaik periode I tahun 2020 Unika Soegijapranata dari program studi (prodi) Teknik Elektro, dengan IPK 3,69 (dengan pujian).

Dengan nama lengkap Titis Bagus Kurniadi, dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara putra dari Bapak Yohanes Bernadi.

Dalam perjumpaan singkat, Titis sempat bercerita tentang pilihannya mendalami studi di prodi Teknik Elektro.

“Saya merupakan alumnus dari SMA Sedes Sapientiae, dan banyak teman saya yang juga memutuskan melanjutkan studi di Unika Soegijapranata. Sedang saya di Unika memilih Prodi Teknik Elektro, karena kakak saya yang nomor 2 juga alumnus Prodi Teknik Sipil Unika. Jadi saya pilih Teknik Elektro yang sama-sama bidang teknik,”jelasnya.

Ternyata pilihan Titis tepat karena dengan menjadi wisudawan terbaik di Prodi Teknik Elektro menunjukkan kompetensinya yang kuat di bidang teknik elektro.

Selanjutnya Titis juga membagikan pengalamannya saat menulis tugas akhir.

“Sewaktu pengajuan proposal tugas akhir, saya memang sempat mengutarakan kepada pembimbing saya bahwa saya ingin menulis tentang elektro medis, makanya saya diberi saran untuk membuat alat  sensor otak,” ungkapnya.

Berikutnya saya coba pelajari sekitar dua bulan, baru kemudian mulai saya kerjakan tugas akhir saya, sambungnya.

Alat sensor otak yang saya ciptakan ini seperti alat rontgen, jadi untuk mengecek gelombang aktifitas otak dan dibandingkan antara orang yang sehat dengan orang yang sakit. Pada prinsipnya saya hanya membuat alatnya saja, apakah berfungsi atau tidak, dan manfaat alat ini bisa juga untuk mendeteksi penyakit otak, tuturnya.

Melihat keseriusannya dalam menciptakan alat sesor ini, Titis mengungkapkan bahwa profesi yang ingin dia geluti adalah bidang teknologi biomedis, namun juga apabila kondisinya memungkinkan dia juga berharap bisa melanjutkan studi.

Sebagai mahasiswa pada umumnya tentu pernah mengalami titik jenuh, dan Titis punya cara mengatasi itu yaitu dengan mengembangkan hobinya yaitu bermain game dan nonton sejarah atau dokumenter di youtube.

Sementara untuk kiat-kiat menjadi wisudawan  terbaik, Titis melakukan dua hal yaitu fokus saat kuliah di kelas dan manajemen waktu.

“Saya pernah juga mengikuti beberapa kepanitiaan di kampus dan yang terakhir kemarin jadi komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Batalyon 919/Pamungkas Unika Soegijapranata,” jelasnya.

Mengenai motto yang memotivasinya hingga menjadi yang terbaik adalah “Imajinasikan masa depanmu dan cobalah meraihnya.” (fas)

Kategori: ,