Berani Merantau Dan Belajar Mandiri
Jumat, 19 Juni 2020 | 17:28 WIB

Isabela Rosari Irel merupakan salah satu wisudawan terbaik dalam wisuda periode I tahun 2020 Unika Soegijapranata, dari prodi Magister Profesi Psikologi.

Isabela yang memilih judul tesis,”Dinamika Psikologis Penyesuaian Diri Remaja Tunanetra”, telah meraih prestasi akademiknya yang terbaik dengan IPK 3,90.

Dan  dalam perbincangan singkat, Isabela mengungkapkan alasan pemilihan judul tesisnya. “Terkadang orang-orang tidak aware dengan psikologis penyandang tunanetra, maka dari itu saya tertantang untuk menggali lebih dalam tentang dinamika psikologis yang dialami oleh remaja tunanetra,” jelasnya.

Saat ditanya tentang pengalamannya selama studi S-2, Isabela juga membagikan pengalamannya selama studi di Unika.“Karena merantau jadi saya harus berjuang sendiri, belajar mandiri, memberanikan diri berusaha mencari cara dan solusi kalau menghadapi masalah. Juga belajar beradaptasi menghadapi orang-orang sekitar yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan lingkungan Jakarta, terutama kalau bertemu orangtua atau kakek nenek yang tinggal di desa,” ungkapnya.

Namun di balik itu semua ternyata ada juga hal yang membuat Isabela senang dengan lingkungan studinya, “Saya bisa belajar banyak hal dan dapat banyak pengalaman, juga bertemu dan belajar menghadapi berbagai macam orang.”

Putri pasangan bambang lelono dan phiong lie sian ini juga memiliki motto hidup yang senantiasa menyemangatinya dalam hidup, yaitu ‘these too shall pass’  dan ‘I can do all things through Christ who strengthens me,’ jadi belajar setia dan taat berusaha mengerjakan yang dikerjakan bersama Tuhan, termasuk ketika menghadapi kesulitan.

Isabela berharap ilmu yang didapat bisa dipakai dan  digunakan serta dikembangkan dengan baik, sehingga bisa menjadi psikolog anak yang bisa membantu dan menjadi berkat bagi diri sendiri, keluarga,dan orang lain, terutama yangg membutuhkan.

Kategori: ,

One Response to “Berani Merantau Dan Belajar Mandiri”

  1. The Pleh says:

    Saya setuju dengan berani merantau. karena dengan merantau, saya bisa mempelajari hal-hal baru yang tidak ada di kampung halaman.