Atasi Immunity and Stress dengan Herbal dan Nutrisi Yang Tepat
Senin, 8 Juni 2020 | 12:27 WIB

Webinar Seri ke-5 FTP Unika Soegijapranata

Masih dalam rangkaian dies natalis FTP ke-25, pada Jumat (5/6) sore pukul 16.00 WIB, telah diselenggarakan acara serial Webinar ke-5 dengan tema Menyemai Harapan yang diikuti oleh sekitar 160 peserta. Kali ini dengan topik “Immunity and Stress Management in New Normal”, serial webinar hadir bersama dua narasumber yang juga merupakan dosen FTP yakni Dr. V. Kristina Ananingsih, ST, MSc memaparkan Herbal Peningkat Imun serta Dea N. Hendryanti, STP, MS yang memaparkan mengenai Nutrition Tips To Manage Stress.

Situasi pandemi Covid-19 dan persiapan diri menyambut new normal memberikan tantangan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini bisa dilakukan salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman fungsional berbasis herbal untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Beberapa bahan pangan seperti pegagan, bawang putih, temulawak, meniran, kunyit, dan temu mangga menghasilkan komponen bioaktif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh.

“Tanaman herbal menghasilkan metabolit sekunder yang berguna bagi manusia. Beberapa tanaman herbal yang ada di sekitar kita yang bisa bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun antara lain adalah daun meniran yang sudah masuk dalam kelompok fitofarmaka, lidah buaya, daun sambiloto, daun katuk, daun kelor, daun ciplukan, bawang putih, dan jinten hitam. Daun katuk dan daun kelor dapat diolah sebagai sayur bening ataupun dikeringkan dan diseduh dengan air panas. Olahan herbal juga bisa dibuat menjadi minuman fungsional seperti infused water, jus, diolah menjadi serbuk, atau diseduh dengan air panas,” papar Dr. Kristina.

Sementara itu, rimpang yang banyak digunakan sebagai bahan baku jamu seperti kunyit, jahe, lempuyang, temulawak, dan kencur juga dapat meningkatkan sistem imun dan sekaligus sebagai anti-inflamasi. Sedangkan apabila harus melalui proses pengeringan, maka harus dipastikan bahwa proses pengeringan berjalan dengan baik sehingga dihasilkan produk yang berkualitas dan aman. Salah satu cara pengeringan rimpang yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan alat solar tunnel dryer yang terdapat di Unika.

Mengatasi stres di masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan strategi mengosumsi makanan yang banyak mengandung mikronutrien mineral dan vitamin, menerapkan pola diet gizi seimbang, banyak mengonsumsi buah dan sayur, serta mengonsumsi makanan tinggi vitamin C, mineral zink, dan magnesium. Susu kedelai dan yogurt adalah contoh makanan yang banyak terkandung magnesium.

Vitamin C juga bisa membantu menurunkan hormon kortisol atau hormon stres. Buah pisang, jus jeruk, minuman dark chocolate serta makanan lain yang mengandung asam amino triptofan dan mineral magnesium dapat meningkatkan hormon serotonin yang membuat rasa bahagia, serta menurunkan hormon kortisol penyebab stres. Sementara itu, mikronutrien vitamin dan mineral zink juga dapat meningkatkan hormon GABA yang membuat tubuh menjadi lebih rileks.

“Stres seringkali juga bisa menyebabkan kesulitan tidur. Maka, makanan yang mengandung triptofan ini bisa membantu tidur yang lebih berkualitas atau lebih nyenyak. Asam amino triptofan banyak terdapat pada susu, keju, daging ayam bagian dada, dan telur. Sedangkan dari bahan pangan nabati, triptofan dapat diperoleh dari sayuran hijau seperti bayam dan juga produk kedelai seperti tahu dan susu kedelai,” ungkap Dea N. Hendryanti dalam sesinya.

Beberapa herbal tea juga dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks dalam menghadapi stres. Green tea misalnya cocok dinikmati pagi hari. Green tea menurunkan ketegangan otot dan menurunkan hormon kortisol. Sementara chamomile tea yang bisa dikombinasikan dengan peppermnit tea dapat meningkatkan hormon serotonin dan melatonin untuk membantu mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

(B. Agatha)

Kategori: ,