Akademisi Empat Negara – Muncul Tatanan Masyarakat Baru akibat Covid-19
Senin, 8 Juni 2020 | 10:42 WIB

SM 8_06_2020 Akademisi empat Negara

Akademisi dari empat negara berbagi pendapat dalam International Webinar tentang Strategi dan Kebijakan Negara dalam Menangani Covid-19. Keempat nara sumber dalam seminar yang diadakan Pusat Studi Hukum Kesehatan, Fakultas Hukum dan Komunikasi Universitas Katolik Soegijapranata itu berasal dari Australia, Filipina, Indonesia dan Taiwan.

Hasil rangkuman webinar itu, semua narasumber bersepakat masalah Covid-19 ini bersifat multidimensional dan jika telah berakhir nanti akan memunculkan satu tatanan kemasyarakatan baru (new social order). Yang saat ini sedang ramai dibicarakan sebagai kenormalan baru atau new normal.

Dari pemaparan semua narasumber bisa disimpulkan untuk menangani virus yang transmisinya sangat cepat, kebijakan-kebijakan yang sinkron dan sinergis mutlak diperlukan. Kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan bahkan kadang-kadang saling berlawanan akan membingungkan masyarakat sehingga menyulitkan adanya partisipasi masyarakat dalam turut menangani Covid-19.

"Dibutuhkan ketegasan pemerintah dalam penerapan disiplin dan keterbukaan dalam membuat kebijakan untuk memutus pesebaran virus Korona ini. Jika tidak, bisa jadi menimbulkan korban yang lebih banyak," kata Dr Endang Wahyati dari Unika Soegijapranata salah satu narasumber.

Keempat akademisi itu yaitu Prof David Bamford dari Fakultas Hukum Universitas Flinders Adelaide Australia Selatan, Sheilla M Trajera RN LPT MN PhD dari Sekolah Tinggi Keperawatan Universitas St La Salle Bacolod Filipina, Dr Endang Wahyati Y SH MH dari Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Program Pascasarjana Hukum Kesehatan Unika Soegijapranata, dan Dr Shih Chia Li Associate Professor dari School of Hukum Universitas Tunghai Taichung Taiwan.

Keempatnya mengutarakan pen-dapatnya terkait penanganan pandemi Covid-19 di negaranya masing-masing. Secara bergantian para pem-bicara itu mengutarakan pendapat melalui layar monitor menggunakan aplikasi zoom yang dimoderatori Ketua Pusat Kajian Hukum Kesehatan Unika Drs Hermawan Pancasiwi BA Msi di Ruang Rapat FHK, Gedung Antonius, Kampus Unika, Sabtu (6/6).

Sedikitnya 400 peserta bergabung dalam seminar secara daring. "Lebih dari 1000 orang dari delapan negara mendaftar menjadi peserta webinar ini. Namun dengan terpaksa kami membatasi peserta seminar tingkat internasional ini," kata Dekan FHK Unika Dr Marcella Elwina Simajuntak yang membuka seminar itu.

Sebagai pembicara pertama Prof David Bamford dari Australia. Prof David berbagi pendapat terkait data, pesebaran dan kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi virus tersebut di negaranya. Pembicara lainnya mengutarakan pendapat hampir serupa kebijakan-kebijakan pemerintah yang hampir semua bersifat diskresioner dalam menangani pesebaran virus itu selama masih belum ditemukan vaksinnya.

Disamping menjelaskan kebijakan pemerintah, pembicara dari Taiwan Dr. Shih mengutarkan success story yang dialami Taiwan sebagai negara yang bisa dikatakan telah berhasil menangani Covid-19. Webinar berjalan dinamis dan hal itu nampak dari respons peserta yang antusias untuk mengajukan berbagai pertanyaan.

►Suara Merdeka 8 Juni 2020 hal. 7

Kategori: