UNIKA dan PREAN Jalin Penelitian Bersama Untuk Atasi Covid-19
Senin, 11 Mei 2020 | 8:33 WIB

Prof Ridwan Sanjaya (sebelah kiri) saat mencoba alat bio resonansi yang akan diteliti secara ilmiah untuk kesehatan manusia

Pengembangan teknologi saat ini semakin pesat, terutama dengan adanya revolusi industri 4.0 yang telah mendisrupsi banyak hal sehingga pengerjaan sesuatu bisa dikerjakan secara lebih cepat, tepat dan resiko yang minim dengan biaya yang relatif lebih rendah.

Berbicara tentang pengembangan teknologi di tengah pandemi covid-19, maka pada Jumat lalu (8/5), Unika Soegijapranata telah menerima kedatangan tim dari PREAN (Pusat Riset Energi Alam Nusantara) untuk mencoba menggagas penelitian bersama guna mendapatkan parameter yang tepat (termasuk frekuensi) untuk melemahkan covid-19.

Rombongan tim PREAN  yang dipimpin oleh Bapak EV Heru Prasanta Wijaya diterima oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC, yang didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata, beserta Dekan Fakultas Kedokteran maupun peneliti dan dosen dari Prodi Elektro Fakultas Teknik Unika Soegijapranata.

Dalam keterangannya, Heru Prasanta selaku pimpinan rombongan menjelaskan maksud akan diselenggarakannya penelitian bersama antara Unika Soegijapranata dengan PREAN.

“Apa yang akan kami lakukan bersama Unika Soegijapranata adalah proses yang mengerucut dari kerjasama yang disepakati bersama sebelumnya, yang diharapkan dapat menindaklanjuti  berbagai macam kegiatan, salah satunya adalah kegiatan penelitian bersama menyangkut pengaplikasian metoda gelombang resonansi guna membantu pemerintah dalam hal mencegah penyebaran virus coovid-19 serta menolong seluruh masyarakat,” terangnya.

Baca juga : Unika Tandatangani MoU Dengan PT Fuboru Indonesia

Kita akan merintis dan berfokus pada energi dan kesehatan yang berbasis pada sains dan teknologi, seperti yang akan kita dalami secara ilmiah pada produk bio resonansi yang  kita bawa ini.

“Harapannya, setelah pengembangan dan penelitian bio resonansi ini, di Unika bisa juga dilanjutkan kerjasama lainnya dalam jangka panjang sehingga akhirnya bisa muncul fakultas atau prodi baru yaitu energi dan kesehatan,” ucap Heru.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh pihak PREAN, rektor Unika Prof Ridwan Sanjaya merespon positif upaya penelitian dan pengembangan yang ditawarkan oleh PREAN.

“Semoga hasilnya positif sehingga beberapa masalah tentang kesehatan terutama wabah covid-19 itu dapat diatasi dengan pendekatan yang berbeda,” jelasnya.

Dan apabila penelitian ini berhasil, bisa saja terbuka kemungkinan untuk adanya prodi-prodi yang lebih mengarah ke kesehatan yang berbasis fisika, pungkas Prof Ridwan. (FAS)

Kategori: ,