PREAN dan Unika Teliti Cara Lemahkan Covid-19
Selasa, 12 Mei 2020 | 10:16 WIB

SM 12_05_2020 PREAN dan Unika Teliti Cara lemahkan Covid-19
Pusat Riset Energi Alam Nusantara (PREAN) bersama dengan Unika Soegijapranata berencana melakukan penelitian bersama untuk mendapatkan parameter yang tepat untuk melemahkan Covid-19 yang kini sedang menjadi pandemi. Gagasan ini terwujud setelah kedua lembaga melakukan pertemuan 8 Mei lalu.

Rombongan tim PREAN yang dipimpin oleh EV Heru Prasanta Wijaya. Mereka diterima oleh Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya MS IEC yang didampingi jajarannya, antara lain Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan, Dekan Fakultas Kedokteran, dan peneliti serta dosen dan Prodi Elektro Fakultas Teknik.

"Apa yang akan kami lakukan bersama Unika Soegijapranata adalah proses yang mengerucut dari kerjasama yang disepakati bersama sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai macam kegiatan," kata Heru Ditambahkan, satu di antaranya yakni kegiatan penelitian bersama menyangkut pengaplikasian metode gelombang resonansi. Gunanya membantu pemerintah dalam hal mencegah penyebaran Covid-19, serta menolong seluruh masyarakat. Pihaknya juga akan merintis dan berfokus pada energi serta kesehatan yang berbasis pada sains dan teknologi. Hal ini sudah mereka dalami secara ilmiah, pada produk bio resonansi yang dibawa di Unika Soegijapranata.

"Harapan setelah pengembangan dan penelitian bio resonansi ini, di Unika bisa juga dilanjutkan kerjasama lainnya dalam jangka panjang. Sehingga akhirnya bisa muncul fakultas atau prodi baru yaitu energi dan kesehatan," tandas Heru.

Rektor Unika Soegijapranata, Prof Ridwan Sanjaya merespon positif upaya penelitian dan pengembangan yang ditawarkan PREAN. Dia berharap semoga hasilnya positif, sehingga beberapa masalah tentang kesehatan terutama Covid-19 itu dapat diatasi dengan pendekatan yang berbeda."Jika penelitian ini berhasil, bisa saja terbuka kemungkinan untuk adanya prodi-prodi yang lebih mengarah ke kesehatan yang berbasis fisika," tandas Prof Ridwan.

►Suara Merdeka 12 Mei 2020 hal. 10 

Kategori: