Main Saksofon untuk Gugah Donatur
Senin, 11 Mei 2020 | 14:53 WIB

TRB 09_05_2020 Main Saksofon untuk Gugah Donatur

Romo Aloysius Budi dan Fourboys Band Ramaikan E-Konser Amal Tribun Jateng

SEMARANG, TRIBUN – E-Konser Amal dengan tema Indonesia Kuat yang diselenggarakan Tribun Jateng pekan ini, Sabtu (9/5) pukul 20.00 WIB melalui channel Youtube Tribun Jateng dan Facebook tribunjateng.com.

Dalam acara tersebut akan diisi oleh Romo Aloysius Budi Purnomo Pr dan Furboys Band. Selain kedua pengisi acara tersebut, di tengah acara akan ada kultum dari Ustaz Rikza Chamami yang merupakan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Lalu, siapakah Romo Aloysius Budi Pumomo dan Furboys Band? Berikut profil mereka.

Aloysius Budi Purnomo
Pria yang akrab dipanggil Romo Budi itu lahir di Wonogiri pada 14 Februari 1968. Ketika bertemu dengan Romo Budi, ada dua hal yang khas jadi identitasnya. Yakni, udeng dengan warna merah putih dan saksopon. Dia menuturkan, udeng itu dibuat oleh sahabatnya di Denpasar, Bali yakni Bli Oka. Seorang Hindu, yang membuatkannya udeng itu atas permintaan khusus. Menurutnya, udeng itu tidak dijual di toko mana pun.

"Aku pesan udeng merah Bli Oka membuatkanku dua udeng. Yang satu tinggal pakai. Yang satu harus dirangkai saat memakainya secara manual. Dikirimkan dua tahun lalu, 2018," ucap romo penulis buku kumpulan puisi berjudul Rinduku Lahir Menjadi Penyair, kemarin.

Mengenai saksofon, Romo Budi memang punya kegemaran dan suka mendengarkan saksofon. Menurutnya. lengkingan suara saksofon itu menyapa jiwa.

"Saksofon itu aku beli ketika jadi misionaris domestik di Sumatera Utara. Saat itu, aku melayani sebagai Rektor Seminari Tinggi Sinaksak. Padahal waktu itu belum bisa memainkan. Beli dulu, belajar kemudian," ucapnya.

Romo Budi menuturkan, Didiek SSS, fluter dan saksofonis di Jakarta, menghadiahinya sebuah baby sakso. Lalu, untuk gurunya memainkan saksofon adalah Rifai, saksofonis Semarang dan Didiek menjadi guru saksofon jarak jauh.

"Mereka berdua kukagumi. Lalu aku juga dihadiahi umat. Ada alto dan ada pula baby sax. Kedua benda itu, udeng dan sakso boleh disingkat saksudeng. laksana paru-paru yang memberi nafas syukur dan kebahagianku sebagai warga bangsa NKRI yang Bhinneka Turiggal Ika berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ungkapnya.

Romo Budi itu sejak 2017 sampai sekarang mendapat tugas dari Keuskupan Agung Semarang (KAS) sebagai Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata. Sebelumnya, Romo Budi pernah menjabat Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KAS periode Mei 2008 – Maret 2019.

Mengenai keberagaman, Romo Budi berpandangan tidak ada dua orang pun, yang kembar sekalipun, sama persis. "Tak ada. Semua beda. Beda sebagai pribadi, beda juga dalam hal agama. Itu kekayaan dari Tuhan yang harus dijaga dengan rukun. Kerukunan umat beragama penting, karena itulah kehendak Tuhan Yang Maha Esa," ucapnya.

Dia menuturkan, Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan keberagaman agar manusia hidup dalam kerukunan.

"Karena yang harus rukun adalah manusia, maka, kerukunan juga akan menjadi kekuatan untuk mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab (sila kedua Pancasila). Rukun itu adil dan beradab. Tidak rukun berarti tidak adil dan biadab." ungkapnya.

Menurutnya, orang yang tidak mau rukun itu orang yang tidak beradab alias maaf, biadab.

"Kerukunan itu penting karena dengan rukun, kita dimampukan mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apapun agama dan kepercayaannya," ucapnya.

Dalam kondisi pandemi saat ini, dia mengajak kita semua berjuang bersama bersama melawan wabah ini.

"Luar biasa para dokter, perawat, dan relawan yang mencurahkan jiwa raga untuk melayani para korban virus corona," ucapnya.

Romo Budi mengapresiasi semua saja yang rela dan ikhlas berdonasi untuk kepentingan ini. "Maka, melalui E-Konser Amal Tribun Jateng, silakan siapa saja mendukung dan berdonasi. Bisa melalui Tribun, bisa melalui jalur mana saja, atau bahkan langsung kepada pihak-pihak yang membutuhkannya," ucapnya.

Dia menuturkan, bukan hanya korban langsung Covid-19 tetapi juga yang terdampak akibat wabah ini.

"Donasi kita adalah per-sembahan kita kepada Tuhan melalui sesama," ajaknya.

Fourboys Band
Grup yang dibentuk sejak 2017 itu punya empat orang personil. Yakni, vokal diisi oleh Constan, Josua sebagai pemetik gitar, Whay pada bass, dan drum digebuk oleh Linggar.

"Band ini diberi nama Fourboys agar mudah diingat, alasannya itu cuman empat bocah atau empat anak yang sering main bersama," ung-kap Josua.

Fourboys berasal dari kumpulan musisi yang tergabung ketika mengisi acara di Wedangan yang diselenggarakan TVRI.

"Biasanya kami manggung di TVRI dari 2017 hingga 2020. Kami pernah main juga di Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol selama Bulan Ramadan tahun 2019," tuturnya.

Dia menyampaikan, bagi para pemirsa E-konser Amal Tribun Jateng, dengan adanya virus covid 19 yang sedang melanda indonesia dan belahan dunia lainnya dia mengajak semua pihak untuk ikut berdonasi.

"Kami mengajak para pemirsa untuk memberikan apresiasi berupa donasi lewat Tribun Jateng untuk para korban Covid-19 dan para tenaga medis rumah sakit. Bantuan Anda sangat berarti bagi mereka semua," ajaknya.

Untuk donasi bisa langsung transfer ke Rekening Mandiri 136 001 832 0025 Atas Nama PT. Warta Media Nusantara.

►Tribun Jateng 9 Mei 2020 hal. 5

Kategori: