Lansia Sehat Dimasa COVID-19
Jumat, 15 Mei 2020 | 15:04 WIB

Oleh: dr. Kris Pranarka, SpF-ML, SpPD-Kger, FINASIM, Dosen Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata dan Dokter Konsultan Ahli Geriatri

“Bila pada masa muda penyakit-penyakit tersebut umumnya lekas sembuh tanpa gejala sisa, maka perkembangan penyakit pada masa tua sering menjadi menahun sehingga tidak jarang menimbulkan berbagai komplikasi yang memicu penuruan,"

Proses menua pada manusia merupakan fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Semakin baik pelayanan kesehatan sebuah bangsa makin tinggi pula harapan hidup masyarakatnya dan berdampak makin tinggi penduduk yang berusia lanjut, dimana menurut WHO batasan usia lanjut adalah diatas 60 tahun.

Seiring dengan meningkatnya umur harapan hidup di Indonesia yang terus meningkat jumlahnya yaitu 70 tahun untuk perempuan dan 67 tahun untuk laki-laki dan 2020 nanti diperkirakan melebihi jumlah balita yaitu sekitar 10% dari jumlah seluruh penduduk atau sekitar 24 juta jiwa. 

Sehingga menjadi tua (lansia) adalah suatu anugerah Tuhan, tetapi yang menjadi masalah adalah bagaimana kualitas usia lanjut itu. Umur panjang saja tidaklah berguna bila menderita sakit-sakitan dan hanya berbaring saja.

Menurut salah satu karya ilmiah yang dilansir jurnal internasional 2018 “The Lancet” tentang geriatri menyebutkan bahwa umur terbagi menjadi umur biologis, umur fungsional dan umum sosial, dimana umur biologis yang merupakan taksiran dari posisi individu sehubungan potensi jangka hidupnya, sedangkan umur fungsional mengukur tingkat kemampuan individu untuk berfungsi didalam masyarakat dan umur sosial menunjukkan sejauh mana seseorang dapat berpartisipasi sosial, melakukan peran-peran sosial dibandingkan dengan anggota-anggota masyarakat lainnya pada umur kronologis yang sama.

Proses menjadi tua
Proses menjadi tua (aging) merupakan suatu perpaduan dari proses biologik, psikologik dan sosial yang dimulai sejak awal kehidupan dengan pertumbuhan dan kematian sel-sel silih berganti. Kadang-kadang sukar dibedakan manakah yang disebabkan oleh proses masa tua semata-mata, dan manakah yang disebabkan oleh penyakit yang menyerang secara kebetulan dimasa tua.

Bila pada masa muda penyakit-penyakit tersebut umumnya lekas sembuh tanpa gejala sisa, maka perkembangan penyakit pada masa tua sering menjadi menahun sehingga tidak jarang menimbulkan berbagai komplikasi yang memicu penuruan berbagai sistem imun seperti fungsi kelenjar thymus, fungsi ginjal dan menyusut-nya sel-sel di otak.

Semua proses alamiah tadi akan dipercepat dan diperberat dengan faktor lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat. Apabila terkena musibah covid-19 akibatnya akan lebih berat pada para lansia yang mempunyai penyakit-penyakit penyerta yang sudah dideritanya.

Dari data yang dirangkum pada pertemuan ahli penyakit dalam Indonesia pada April 2020, tingkat kematian pada lansia akibat COVID-19 didominasi lansia yang mempunyai penyakit jantung (15,2%), Kencing manis (9,2%), Darah Tinggi (8,4%), Bronkopneumonia (8%), Kanker (7,6%) dan Lansia tanpa penyakit penyerta hanya 0,9%.

Dari data tersebut disimpulkan bahwa, lingkungan dan pola hidup sehat pada lansia kan menjadikan lansia tetap sehat dan hanya akan berdampak sangat kecil. Sedangkan untuk lansia yang sudah mempunyai sakit agar tetap disiplin berobat karena dengan terkontrolnya penyakit akan mengurangi dampak Covid-19.

Dengan berupaya mandiri semaksimal mungkin dan ketergantungan serendah mungkin akan membuat para lansia menjalankan physical distancing sehingga resiko tertular virus COVID-19 akan semakin bisa dihindari.

Tetap sehat dan tetap semangat untuk para lansia.

https://kuasakata.com/read/persuasi/13198-lansia-sehat-dimasa-covid-19

Kategori: ,