Jaga Hati dan Pikiran Kita Tetap Jernih Serta Gembira, Untuk Menjaga dan Melindungi Diri Kita dari Pandemi Covid-19
Jumat, 8 Mei 2020 | 12:15 WIB

Dalam masa KLB pandemi covid-19, memang berbagai standar pembelajaran telah dilakukan oleh Unika Soegijapranata sebagai perguruan tinggi swasta terbaik se-Jawa Tengah 2019 versi Kemeristekdikti. Dan standar pembelajaran itu selaras dengan keinginan untuk mewujudkan tanggung jawab akademik yang telah diemban oleh Unika Soegijapranata dari masyarakat agar tercapai pembelajaran, penelitian, kemahasiswaan dan pengelolaan kampus yang berkualitas dan  terbaik.

Salah satu upaya pembelajaran yang saat ini gencar dilaksanakan adalah pembelajaran daring yang hampir dua bulan telah dilaksanakan. Tentu sangat menarik untuk mengulik sesaat, berbagai respon dari para dosen yang mempunyai peran yang sangat penting untuk mengawal pergeseran pembelajaran dari pembelajaran tatap muka menuju pembelajaran daring, salah satunya adalah dari dosen Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata yaitu Dr Siswanto SPsi MSi.

Dalam perbincangan via WhatsApp pada Jumat (8/5), Dr Siswanto menguraikan tentang perubahan model pembelajaran tatap muka atau tradisional ke pembelajaran daring, yang hingga kini terus  dikembangkan dan dimodifikasi untuk memaksimalkan hasil yang semakin berkualitas bagi para mahasiswa.

“Pada awalnya, memang terasa agak canggung menggunakan berbagai fasilitas pembelajaran daring yang disediakan oleh pihak kampus Unika Soegijapranata. Namun hal tersebut dapat segera teratasi dengan adanya panduan manual yang juga telah disiapkan dan mudah dipelajari, sehingga pembelajaran daring pun dapat dilakukan tanpa kesulitan berarti,” ungkapnya.

Dari sisi mahasiswa yang mengikuti kuliah daring pun, ada banyak hal menarik yang muncul, disamping semakin meningkatnya keaktifan mahasiswa dalam forum kelas juga respon positif dari mereka berkaitan pembelajaran daring, diantaranya adalah berbagai kemudahan versi mahasiswa yang tampaknya lebih akrab dengan gawai dan daring.

Namun demikian, perlu juga diwaspadai mulai munculnya kejenuhan dalam penggunaan pembelajaran daring. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Siswanto karena ada beberapa mahasiswa yang secara pribadi telah menghubungi dan berdialog tentang kondisi mereka setelah beberapa waktu menjalani pembelajaran daring.

Maka menjadi sangat penting bagi para pendidik selain mempersiapkan materi pembelajaran dan melakukan pembelajaran daring berikut evaluasinya, para pendidik juga memberikan dorongan dan semangat kepada anak didiknya supaya tetap bisa nyaman dalam mengikuti perkuliahan online, namun juga jangan sampai jenuh bahkan bisa muncul juga adiksi terhadap penggunaan internet yang berlebihan karena banyak waktu luang di rumah, akhirnya bukan hanya kuliah saja tetapi juga bisa nonton, main game dan sebagainya yang sulit mereka hindari. Oleh karenanya ke depan perlu dipikirkan berbagai alternatif kegiatan yang membantu mahasiswa agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di laptop, tuturnya.

Perlu juga kesadaran bersama bagi siapa saja yang melakukan BDR (Belajar Dari Rumah) maupun WFM (Work From Home), selain interaksi dengan HP atau laptop, maka harus diperbanyak kegiatan-kegiatan yang bersifat variatif, misalnya yang tidak terbiasa membantu orangtua bisa mulai membantu orangtua di rumah dengan disesuaikan kondisi, lalu olah raga yang sifatnya tidak harus kumpul-kumpul misalnya yoga, senam, jalan pagi dan sebagainya.

“Harapannya dalam situasi KLB (Kondisi Luar Biasa) pandemi Covid-19 ini, kita tidak menyikapinya dengan rasa takut, perasaan tegang, atau stres yang berkepanjangan itu justru akhirnya akan menjadi kontra produktif, malah tubuh kita jadi lemah, imunitas tubuh kita turun. Maka justru sebaliknya kita perlu jernih menyikapi ini, dengan tidak mudah terpengaruh pada berita-berita yang belum tentu sama kondisinya dengan di lingkungan kita, misalnya perampokan dan pembunuhan di negara lain yang kita lihat di sosial media   sehingga bisa muncul perasaan takut, was-was dan merasa terancam padahal kejadian sebenarnya jauh di luar area kita,” terangnya.

Takut boleh, cemas boleh tapi yang realistis yang diharapkan. Yang penting kita ikuti anjuran pemerintah tetapi jangan berlebihan, tetap jaga hati kita, pikiran kita tetap jernih dan gembira karena dengan modal gembira, senang, bahagia dan tidak takut tanpa kita sadari telah menjaga dan melindungi diri kita dari pandemi covid-19, pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,