FTP Unika Kulik Kehidupan Mahasiswa di Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19
Jumat, 8 Mei 2020 | 10:58 WIB

image

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata menggelar bincang-bincang Daring "Menyemai Harapan di Tengah Pandemi" dengan tema “Menengok Kehidupan Mahasiswa di Luar Negeri Selama Pandemi Covid-19”.

Acara yang juga terbuka untuk umum tersebut diikuti oleh 136 peserta dari mahasiswa, dosen, dan alumni FTP Unika. Hadir 2 narasumber yakni Ita Sulistyawati dosen FTP Unika yang sedang menempuh studi S3 di Wageningen University Belanda dan Novita Ika Putri dosen FTP Unika yang tengah menjalankan studi S3 di Katholieke Univeriteit Leuven Belgia. 

Dalam bincang-bincang tersebut, kedua narasumber membagikan pengalaman mereka sebagai mahasiswa S3 yang tengah menyelesaikan studi dalam situasi pandemi Covid-19. 

Perbincangan mengenai kasus Covid-19 yang mulai meningkat pada bulan Februari menumbuhkan sikap untuk lebih aware. Muncul kesadaran bahwa Eropa mulai menjadi epicenter pandemi. 

Terkait situasi tersebut, beberapa negara-negara di Eropa mulai menerapkan kebijakan lockdown. Termasuk salah satunya Belgia, tempat Novita tengah menempuh studi di KU Leuven. 

“Pada tanggal 18 Maret kebijakan lockdown mulai diterapkan sehingga pada jam 12.00 siang orang-orang tidak dibolehkan berada di jalan. Semenjak kebijakan lockdown diterapkan dan berlangsung selama 8 minggu, tidak ada aktivitas apapun di kampus yang diperbolehkan,” ujar Novita dalan keterangan yang diterima, Kamis (7/5/2020).

Sementara itu di Wageningen University Belanda, safety measure terlihat semakin ketat. Namun hal ini tidak terlalu menjadi kendala karena mahasiswa S3 sudah terbiasa bekerja dari mana saja. Kegiatan penelitian mahasiswa S3 di laboratorium masih dapat berjalan dengan pembatasan jumlah orang dalam satu ruangan. 

"Meskipun hanya boleh melanjutkan penelitian yang sudah berjalan dan tidak melakukan eksperimen baru. Perubahan ini juga berdampak pada tugas akhir mahasiswa S1 yang banyak beralih ke dalam bentuk literature review atau survei secara daring," kata  Ita Sulistyawati.

Menanggapi situasi yang berubah secara dinamis, banyak adaptasi yang perlu dilakukan untuk menemukan normalitas baru dalam kehidupan sebagai mahasiswa maupun pengajar. 

"All educators are trying their hard. Semua pengajar berusaha yang terbaik untuk bisa membawakan kelas dalam bentuk senyata mungkin. Dengan jumlah materi yang mungkin dikurangi tetapi tentunya tidak mengurangi esensi dari proses belajar itu sendiri," ucap Novita kembali.

"Semoga semua ini segera berlalu, tetapi kita juga harus siap menjadikan ini sebagai new normal. Manusia adalah makhluk yang adaptif sehingga kita pasti bisa beradaptasi dengan new normal ini. Tetap semangat, tetap jaga kesehatan fisik dan mental. Tetap semangat dalam belajar dan mengajar,” tambahnya.

https://www.ayosemarang.com/read/2020/05/07/56608/ftp-unika-kulik-kehidupan-mahasiswa-di-luar-negeri-selama-pandemi-covid-19

Kategori: