Vitamin C untuk Tangkal Covid-19
Jumat, 24 April 2020 | 8:14 WIB

TRB 24_04_2020 Vitamin C untuk Tangkal Covid-19

Oleh: dr Novalia Kuntardjo, M.Biomed – Dosen Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata

COVID-19 merupakan corona virus diseases yang ditemukan sejak akhir 2019 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 pertama kali ditemukan di Wuhan. WHO telah menyatakan pandemi global Covid-19 pada tanggal 11 maret 2020 dan hingga 19 April 2020 telah menginfeksi 213 negara didunia.

Jika seseorang terinfeksi Co-vid-19, gejala yang ditimbulkan adalah demam, batuk, sesak napas. Beberapa kasus melaporkan keluhan hanya kemerahan pada kulit, bahkan ada yang tidak bergejala. Pada kasus yang lebih parah, infeksi virus ini dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, sepsis dan bahkan kematian.

Proses virus masuk tubuh
Setelah virus masuk kedalam tubuh, maka akan berkembang biak dalam jumlah besar. Virus akan dikenali oleh sel imunitas sebagai pertahanan tubuh kita, sehingga tubuh kita akan melepaskan sejumlah besar sitokin sebagai tentara yang akan berperang melawan virus yang masuk.

Jika jumlah virusnya banyak maka tubuhpun juga akan mengeluarkan lebih banyak tentara atau sitokin demi menjaga benteng pertahanan agak tidak kalah oleh virus. Proses pelepasan sejumlah besar sitokin dalam akan menyebabkan pertempuran sengit dan mematikan inilah yang disebut sebagai badai sitokin.

Badai sitokin ini merupakan respon imun berupa peradangan atau inflamasi yang berlebihan terhadap virus yang masuk yang berlebihan merusak jaringan paru-paru yang sehat, sehingga menyebabkan gangguan pernapasan akut dan kegagalan multi-organ. Apabila tidak dicegah, peradangan karena badai sitokin bisa berakibat fatal bagi tubuh, bukan karena virusnya.

Vitamin C
Vitamin C dapat berperan dalam mengurangi terjadinya badai sitokin karena mempunyai sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang akan mempengaruhi proses perkembangan dan pematangan sel darah putih yang berperan dalam mengenali virus melalui sel NK sebelum berkembang, sehingga dapat segera mengurangi aktivitas virus serta membantu mencegah kerusakan pembuluh darah aveolar dengan mencegah aktivasi dan akumulasi neutrofil di paru-paru yang merupakan sarang dari virus COVID-19.

Dengan mengkonsumsi vitamin C akan mempersingkat gejala yang disebabkan oleh virus. Konsumsi vitamin C yang dianjurkan oleh National Health Service yang merupakan program layanan kesehatan masyarakat di Inggris, dalam 1 hari cukup 90 mg sedangkan untuk ibu yang menyusui sedikit lebih tinggi yaitu 125 mg. Vitamin C juga sangat mudah didapat dalam buah jeruk atau strawberry serta sayuran brokoli. Sedangkan pada penelitian klinik yang terbit pada 7 april 2020 terkait pemberian vitamin melalui infus dengan dosis tinggi 24 gram setiap hari selama 7 hari dapat mengurangi angka kematian, pada pasien dengan kegagalan multi-organ seperti pada pasien pneumonia dengan Covid- 19.

►Tribun Jateng 24 April 2020 hal. 2

Kategori: ,