Unika Sediakan Lab Praktik yang Bisa Diakses dari Rumah
Kamis, 23 April 2020 | 10:45 WIB

SM 23_04_2020 Unika Sediakan Lab Praktik

Kegiatan pembelajaran daring yang sudah dilakukan Unika Soegijapranata selama ini memperhatikan kualitas pembelajaran dan perkembangan belajar mahasiswa, seperti halnya pembelajaran tatap muka biasa.

Untuk memenuhi tujuan itu, Program Studi Teknik Informatika Unika Soegijapranata menyediakan fasilitas laboratorium bagi mahasiswa, baru-baru ini.

Dosen Prodi Teknik Informatika Unika Soegijapranata, YB Dwi Setianto ST MCs yang mengampu mata kuliah Internet of Things (IOT) menerapkan embedded system, yaitu suatu sistem yang mandiri dan tidak perlu secara manual mengoperasikan komputer. Dia memanfaatkan mikrokontroler melalui internet yang bisa dikontrol, mengirimkan data, dan sebagainya dari internet.

”Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, ada beberapa kesulitan yang kami alami. Mulai dari beberapa mahasiswa yang telanjur pulang kampung, mereka lupa membawa alat-alat yang akan digunakan untuk praktik. Kemudian ada juga mahasiswa yang belum sempat membeli alat-alat,” kata Dwi Setianto.

Karena itu, Prodi Teknik Informatika mencari solusi untuk problem tersebut. Satu di antaranya adalah penyediaan alat yang rangkaiannya ada di laboratorium. ”Karena Prodi Teknik Informatika basis utamanya adalah di algoritma dan pemrogramannya, maka kami berpikir jangan sampai mahasiswa ada kendala dalam praktik keilmuan,” ujarnya.

Atas dasar hal itu, pihaknya menyediakan alat di laboratorium yang bisa diakses dari rumah. Mahasiswa bisa mencobakan program tersebut sekalipun tidak punya alat.

Di samping itu, lanjut Dwi Setianto, secara visual mereka bisa mengamati melalui video live yang disediakan. Jadi, para mahasiswa bisa mengeksekusi program dan melihat hasilnya melalui kamera.

”Mahasiswa dalam menggunakan fasilitas alat di laboratorium hanya membutuhkan browser dan koneksi internet. Mereka tidak perlu khawatir tentang pembelajaran daring di Prodi Teknik Informatika, karena kami akan selalu mencari cara untuk mengatasi problem, salah satunya adalah pengadaan alat dari laboratorium yang bisa diakses dari rumah,” tandas Dwi Setianto.

►Suara Merdeka 23 April 2020 hal. 10

Kategori: