Saling Berbagi Menjadi Kebiasaan Mahasiswa Penghuni Asrama Teresa Avila
Senin, 27 April 2020 | 15:08 WIB

Dua pengurus Yayasan Sandjojo yaitu Prof dr Magdalena Sidhartani Zain Sp.A(K) (paling kanan) dan dr PK Koesbintoro Singgih MM (paling kiri)

Kewaspadaan pada dampak wabah pandemi virus Covid-19, tidak hanya pada kesehatan kita saja, tetapi juga pada aspek lain dalam kehidupan kita, seperti halnya sosial kemasyarakatan, perekonomian, pendidikan dan sebagainya, yang semua itu menuntut kita untuk waspada dan cepat adaptif terhadap kondisi yang terjadi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh para mahasiswa yang harus tetap tinggal di asrama Teresa Avila Unika Soegijapranata selama masa KLB Covid-19, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Sr Emiliana CM sebagai pengelola asrama Teresa Avila, para mahasiswa yang berjumlah sekitar 39 mahasiswa ini punya cara-cara tersendiri dalam menyikapi masa KLB Covid-19.

“Para mahasiswa selama masa KLB Covid-19 memang menyadari betul kondisi mereka yang jauh dari orangtua dan harus tetap tinggal di asrama ini karena mayoritas dari mereka berasal dari luar Jawa. Dan pada dasarnya para mahasiswa ini harus tetap mengikuti kuliah daring dan dituntut untuk bisa secara mandiri mengatur keuangan atau pengeluaran mereka selama masa tersebut,” jelas Sr Emiliana.

Para mahasiswa saat menerima pembagian sembako di asrama

Pada dasarnya untuk pemenuhan kebutuhan makan mereka sehari-hari masih bisa tercukupi walau bersifat sederhana, karena mereka tinggal di asrama dan kami yang ditunjuk oleh Unika Soegijapranata untuk mengelola dan mengasuh para mahasiswa tersebut tetap berusaha yang terbaik untuk membantu mereka. Namun ada kemungkinan mereka juga membutuhkan untuk hal lain, maka dalam masa KLB Covid-19, banyak diantara mereka yang sangat hati-hati dalam mengatur keuangan mereka.

Meski demikian, bukan berarti dalam kondisi tersebut kita harus khawatir, sebab ada hal menarik yang terjadi diantara para mahasiswa yang menghuni asrama Teresa Avila, yaitu kesediaan untuk mau berbagi diantara mereka. Sehingga sewaktu ada penyerahan donasi sembako kepada kami Kamis lalu dan hari Senin ini (27/4), kami dan para mahasiswa tetap bersyukur serta membagikan sembako ini secara adil di antara  para mahasiswa tersebut, lanjutnya.

“Penjual sayur  datang setiap hari ke asrama, dan itu kesempatan para mahasiswa untuk belanja keperluan mereka. Di sisi lain dari universitas juga sudah menyediakan kulkas atau lemari es yang bisa digunakan menyimpan bahan makanan tersebut, jadi para mahasiswa bisa menyimpannya di situ dan memasak di dapur dengan  peralatan yang telah kami sediakan,” tuturnya.

Silvanus Anggo Sihono Bagyo (paling kanan) dan Yohana Nur Dinar (paling kiri) saat menyerahkan sembako dari Yayasan Sandjojo

Sembako yang kami terima pada Kamis yang lalu didapatkan dari dua pengurus Yayasan Sandjojo yaitu Prof dr Magdalena Sidhartani Zain  Sp.A(K) dan dr PK  Koesbintoro Singgih  MM. Sedangkan untuk hari ini didapatkan dari Yayasan Sandjojo melalui Silvanus Anggo Sihono Bagyo dan Yohana Nur Dinar, demikian jelas Sr Emiliana via telepon WhatsApp. (FAS)

Kategori: ,