Prodi Arsitektur Unika Memiliki Mesin Laser Cutting Untuk Merealisasikan Imajinasi Mahasiswanya
Kamis, 23 April 2020 | 15:44 WIB

Christian Moniaga ST Mars selaku Ketua Prodi Arsitektur FAD Unika Soegijapranata (sebelah kiri) saat mengecek penggunaan alat mesin laser cutting bersama laboran arsitek

Baru-baru ini Program Studi Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata telah memiliki piranti baru berupa mesin laser cutting yang bisa membantu dan digunakan oleh para mahasiswa untuk membuat maket design arsitektur bangunan secara lebih cepat, tepat dan detil sehingga hasil maket yang dihasilkan  jauh lebih baik daripada yang dibuat secara manual, demikian dijelaskan oleh Ketua Program Studi Arsitektur FAD Unika Soegijapranata Christian Moniaga ST Mars saat diwawancara di sela-sela waktu kuliah daring yang diampunya, pada Kamis (23/4).

Lebih lanjut Christian Moniaga menjelaskan mengenai alat mesin laser cutting yang digunakan di laboratorium program studi (prodi) Arsitektur, gedung Henricus Constance Unika.

“ Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata sudah lebih maju satu langkah lagi untuk mendukung sistem design atau proses design yang dibantu dengan sistem komputerisasi. Kalau dulu proses design hanya mengandalkan manusia dengan panca inderanya, namun sekarang  dengan alat mesin cutting laser yang dimiliki oleh prodi Arsitektur Unika Soegijapranata ini, kami sudah siap untuk membantu mahasiswa untuk menciptakan proses design dengan basis komputer atau lebih dikenal dengan algoritma design,” jelasnya.

Yang dimaksud adalah bagaimana komputer dapat membantu arsitek dalam mensimulasikan sebuah bangunan dengan design yang paling efektif dan efisien terutama untuk menanggapi karakteristik alam dan lain sebagainya.

Untuk membuat purwarupa atau sering disebut maket seringkali kepresisian dari hasil design yang menggunakan algoritma itu sangat sulit untuk didapat, karena hanya menggunakan media manual yaitu cutter. Namun dengan adanya laser cutting keakuratan ukuran atau design itu lebih bisa didapatkan oleh arsitek atau mahasiswa, karena proses pembuatan maket itu dibantu oleh mesin laser cutting yang disambungkan dengan komputer. Jadi proses design yang menggunakan laser cutting ini akan lebih bisa terakomodasi dengan baik, sambungnya.

Satu hal lagi, kemungkinan mahasiswa ini bisa membuat maketnya dari rumah. Karena apabila bisa terealisasikan dengan baik, kita akan dibantu dari prodi sistem informasi yang akan menyediakan software atau aplikasi dimana mahasiswa itu bisa membuat maket dari rumah atau kosan. Model-modelnya sudah disiapkan dari rumah atau kosan dan mereka tinggal mengirim data-datanya ke mesin yang ada di lab Arsitektur Unika Soegijapranata ini, dan mesin ini akan membuat model atau pola yang diinginkan oleh mahasiswa dari rumah atau kosan. Dan demikian akan lebih efektif dan efisien secara waktu maupun sumber daya yang lain, supaya imajinasi arsitektur mahasiswa bisa terealisasi dengan baik,

“Pengguna alat digital robot untuk merealisasikan sebuah karya pada prodi Arsitektur di Indonesia masih bisa dihitung dengan jari. Artinya jumlahnya masih sedikit digunakan di dunia arsitektur, sebaliknya justru alat tersebut sudah sering digunakan dalam dunia industri, tapi dalam proses pembelajaran, hal ini masih sangat baru dan belum semua arsitek mengetahui bahwa algoritma bisa melahirkan sebuah design yang sangat efektif dan efisien. Prodi Arsitektur Unika Soegijapranata mendukung ke arah arsitek masa depan yang berbasis komputer terlebih saat ini dilengkapi dengan alat mesin laser cutting untuk membantu mahasiswa merealisasikan imajinasinya, tutupnya. (FAS)

Kategori: ,