‘NoBar’ di Cyber Learning Unika Atasi Kejenuhan Kuliah Daring
Selasa, 14 April 2020 | 16:29 WIB

Perlunya media yang bisa menampung aspirasi generasi milenial dalam kegiatan pembelajaran daring, telah menginspirasi Benny Danang Setianto SH LLM MIL sebagai salah satu dosen program studi Ilmu Hukum sekaligus Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata, untuk mencoba hal baru dalam materi kuliahnya yaitu melalui ‘NoBar’ (Nonton Bareng) dan dilanjutkan diskusi dalam materi kuliahnya.

Kedekatannya dengan para mahasiswa, tidak membuatnya sulit untuk menangkap kejenuhan anak didiknya yang hampir satu bulan harus berkutat dengan laptop maupun gadget mereka untuk mengikuti kuliah daring.

Seperti yang disampaikannya, ketika ditanya tentang materi ‘NoBar’ yang dipilihnya untuk menyampaikan materi tentang Mekanisme Penyelesaian Sengketa Internasional yang diampunya selama hampir 10 tahun terakhir.

“Unika Soegijapranata sudah menyediakan fasilitas pembelajaran daring melalui Learning Management System yang sudah dibangun sejak lama, mestinya bisa kita maksimalkan penggunaannya terutama dalam masa wabah Covid-19 yang mengharuskan kita untuk melakukan kuliah online,” jelas Benny.

Dan salah satunya adalah penggunaan https://cyber.unika.ac.id/ untuk nonton sebuah film bersama  dengan para mahasiswa yang topiknya terkait dengan materi perkuliahan pada saat itu.

“Menurut saya, apa yang saya lakukan direspon positif oleh para mahasiswa. Karena mereka bisa menikmati filmnya dan sekaligus diikuti dengan diskusi yang lebih hangat,” ucapnya.

Mengenai materi film, sebetulnya apabila para dosen bisa mencari dengan baik, akan menemukan film-film tertentu yang tidak terlalu panjang tetapi cukup mengajak mahasiswa untuk bisa merefleksikan dari apa yang disajikan dalam film itu dengan topik pembelajaran pada saat itu, lanjutnya.

Apa yang telah disampaikan ternyata juga tidak disangkal oleh salah satu mahasiswi yang mengikuti ‘NoBar’ sebagai materi kuliah online saat itu, yang sempat dihubungi secara terpisah melalui WhatsApp, yaitu Christine Setiawati.

“Dengan menonton film tadi, mahasiswa diajak untuk memperhatikan secara penuh, sehingga bisa memahami isi filmnya. Materi bisa tersampaikan tanpa harus dijabarkan panjang lebar oleh dosen,” terang Christine.

Menurut saya, menonton film secara daring ini cukup efektif untuk sesekali diterapkan karena mahasiswa jadi tidak bosan dengan kuliah daring biasa. Setelah menonton film juga bisa dilakukan diskusi bersama secara singkat agar semakin jelas nilai-nilai apa yang ingin disampaikan, imbuhnya.

Namun terlepas dari itu semua, kuliah daring memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tetapi apabila diikuti dengan baik, niscaya dalam perkuliahan daring tidak akan mengalami kesulitan. Selain itu kuliah daring juga dapat di record sehingga mahasiswa bisa memutar ulang apa yang disampaikan oleh dosen saat kuliah.

Manfaat lain dengan kuliah daring ini, mahasiswa banyak yang lebih berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pendapat atau pertanyaan mereka yang mungkin saat kuliah biasa akan lebih terbatas waktu, ada rasa malu, atau faktor lain yg menyebabkan tidak bisa bertanya secara langsung, tutupnya. (FAS)

Kategori: ,