Mahasiswa Teknik Informatika Tetap Dapat Praktik Pemrograman Meski Dari Rumah
Kamis, 23 April 2020 | 12:00 WIB

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Unika Soegijapranata di tengah-tengah kesibukannya, saat ditanya tentang inovasi pembelajaran daring yang saat ini sedang gencar diselenggarakan oleh setiap kampus, mengemukakan pendapatnya, “Fakultas Ilmu Komputer yang secara alami memang berelasi dengan teknologi komputer telah mengembangkan keilmuannya dan menjadi semakin terasa kebutuhannya saat pandemi covid-19,” jelas Robertus Setiawan Aji Nugroho ST M Comm IT  PhD selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata.

Maka kita akan semakin menyadari bahwa kemajuan teknologi ternyata bisa sangat dibutuhkan, terutama dalam masa KLB Covid-19 yang memang hampir tidak terprediksi sebelumnya jika wabah ini akan menjangkiti hampir seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, FIKOM Unika yang hampir semua pembelajaran mata kuliahnya adalah praktikum atau menggunakan laboratorium, dan sebagian besar diantaranya dilakukan secara daring, sehingga pemanfaatan platform e-learning seperti cyber learning Unika, bukan hal baru di fakultas kami, terang Setiawan Aji PhD saat diwawancara di ruang kerjanya, pada Kamis (22/4).

“Hanya dalam menghadapi pembelajaran daring dalam masa pandemi covid-19 ini, maka kita tingkatkan kapasitasnya. Jadi yang tadinya kami optimalkan di komputer laboratorium, sekarang kami optimalkan di instalasi server. Demikian juga akses-akses terhadap sistem yang mahasiswa tidak punya, kita lakukan langsung ke laboratorium. Jadi mahasiswa diberikan akses ke server laboratorium, untuk kemudian bisa mengeksekusi berbagai aktifitas yang memang tidak terlayani di dalam platform e-learning, sehingga kami tidak hanya mengusahakan dari sisi cyber learning saja, tetapi juga menyediakan virtual privat laboratorium, dan sisi hardware-nya,” ucapnya.

Jadi pada prinsipnya fasilitas layanan aktifitas laboratorium harus tetap ada, meskipun diakses dari jarak jauh dan tetap harus dievaluasi dan dimonitor oleh dosen, tandasnya.

Virtual Programming Lab

Menanggapi yang disampaikan oleh Dekan FIKOM Unika, Rosita Herawati ST MIT selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika Unika Soegijapranata menjelaskan, “Efek KLB Covid-19 awalnya menimbulkan kesulitan tersendiri bagi mahasiswa Teknik Informatika, karena mereka tidak bisa praktik, sementara mereka juga butuh bahasa pemrograman yang berbeda-beda. Para mahasiswa itu juga ada yang mengeluh tidak punya komputer atau laptop serta piranti lainnya. Menghadapi kesulitan-kesulitan itu, mendorong saya untuk mencari cara bagaimana para mahasiswa itu tetap bisa praktikum meskipun dari rumah.”

Sehingga awalnya kami coba menggunakan fasilitas CodeRunner yang sudah ada di cyber learning Unika, namun penggunaan fasilitas ini sangat strict atau tegas (misal: adanya pengurangan nilai saat ada perbedaan spasi) sehingga mahasiswa banyak tidak suka menggunakan fasilitas ini. Menyikapi hal tersebut kemudian saya coba searching, dan menemukan yang namanya Virtual Programming Lab.  Dan saya minta supaya program ini dimasukkan dalam cyber learning Unika. Dengan Virtual Programming Lab ini, ternyata sangat disukai oleh para mahasiswa karena mereka tinggal upload dan mencoba di program tadi serta dirunning, jika error atau salah, bisa diperbaiki tanpa mengurangi nilai sebelum di submit atau dikirim, imbuh Rosita.

Dan dengan Virtual Programming Lab ini saya bisa memantau apa saja yang dikerjakan oleh setiap mahasiswa, dan berapa lama. Disamping itu, saya juga berikan tutorialnya dan saya berikan assigment atau tugas tambahan, kemudian saya bahas dalam perkuliahan.

Jadi para mahasiswa tidak kekurangan kesempatan belajar seperti layaknya perkuliahan yang dilakukan secara tatap muka seperti biasanya, sebelum mewabahnya virus Covid-19 ini, tandasnya. (FAS)

Kategori: ,