Lawan Covid-19 dengan Konsumsi Makanan Kaya Probiotik
Selasa, 28 April 2020 | 9:29 WIB

SM 28_04_2020 Lawan Covid-19 Dengan Konsumsi Makanan Kaya Probiotik
Untuk meningkakan imunitas atau daya tahan tubuh guna mencegah penularan Covid-19, Dosen Unika Soegijapranata Dr Laksmi Hartajanie MP mengimbau masyarakat untuk memilih makanan yang mendukung mikrobiota usus sehat.

Hal ini dengan mengaplikasaikan probiotik maupun prebiotik di makanan yang dipilih untuk mengatur keragaman mikrobiota usus.

Laksmi mengatakan, keragaman mikrobiota usus dapat ditingkatkan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi serat, seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan serta membatasi makanan olahan dan junk food. Jika tidak tersedia produk segar, lanjutnya, buah dan sayuran beku juga masih dianjurkan untuk dikonsumsi.

"Dalam hal ini sama halnya dengan pengaplikasian diet mediterani yang memperbanyak makan banyak buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian, lemak sehat seperti minyak zaitun extra virgin berkualitas tinggi, dan daging atau ikan tanpa lemak. Termasuk menghindari alkohol, garam, gula, dan bahan pengawet," kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata itu, Senin (27/4).

"Tambahan mengkonsumsi yoghurt secara teratur juga dapat mempebaiki keanekaragaman mikrobiota usus. Sebab, yoghurt
mengandung probiotik. Sumber probiotik yang lain adalah kefir dan teh kambucha. Makanan berbasis sayuran atau yang difermentasi, seperti kimchi, sauerkraut, dan tempoyak juga pilihan lain yang baik," lanjut Laksmi.

Pemilihan memilih makanan yang mendukung mikrobiota usus yang sehat, ini juga disebutkan harus dibarengi dengan mengelola kesehatan, mental, tetap aktif secara fisik dan cukup tidur untuk membantu menjaga sistem imun. Dengan meningkatnya imunitas, diharapkan Covid-19 dapat diatasi.

"Tentu saja perlu penelitian yang mendukung peran probiotik di dalam mengatasi Covid-19. Khususnya jenis probiotik serta dosis yang tepat," tutur Laksrni.

Terjadi Disbiosis
Dia menuturkan, dalam penelitian-penelitian yang dilakukan sejauh ini ada hubungan antara mikrobiota usus dan Covid-19. Laksmi melihat para peneliti menyebutkan, pasien Covid-19 diperkirakan terjadi disbiosis dalam tubuhnya yang ditandai dengan turunnya populasi bakteri baik yakni lactobacillus dan bifidobecterium.

Modulasi mikrobiota usus dengan probiotik dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi Covid-19.

"Ribuan kasus Covid-19 yang terjadi dicatat polanya. Diperoleh informasi berapa lama masa inkubasi, penularannya lewat apa, kapan deman muncul, kapan batuk kering muncul, kapan terjadi infeksi paru, kelompok usia berapa yang rentan, penyakit penyerta yang memperberat, dan lainnya. TanpaTaktor penyerta yang memperberat, Covid-19 merupakan self limiting disease (penyakit yang sembuh sendiri-Red). Biasanya dokter hanya menyarankan istirahat, makan makanan bergizi, dan banyak minum air putih," papar Laksmi.

►Suara Merdeka 28 April 2020 hal 12

Kategori: