Kompensasi bagi Pengusaha Transportasi Umum
Selasa, 7 April 2020 | 10:27 WIB

Kompensasi Bagi Pengusaha Transportasi

Disaat, bisnis angkutan umum terimbas Covid-19, hendaknya pemerintah menyiapkan program recovery bagi bisnis transportasi umum. Sejumlah bisnis Angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), angkutan travel atau Angkutan Antar Jemput Antar Provinsi (AJAP), taksi reguler (konvensional), Angkutan Bus Pariwisata dapat diberikan program bantuan keberlangsungan bisnisnya. Minimal setiap pekerja mendapat bantuan bulanan setara UMK selama 3-6 bulan ke depan dan setiap bulan dapat dievaluasi. Jangan sampai nantinya bisnis angkutan umum gulung tikar, sebab negaralah yang akan merugi nantinya.

Pengamat trasportasi yang juga dosen Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang Ir Djoko Setijowarno MT kepada pers Sabtu (4/4) menyatakan pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai KebijakanCountercylical Dampak Penyebaran Covid-2019. Namun regulasi tersebut tidak berpihak pada pengusaha angkutan umum, sehingga tidak memberikan solusi aman bagi keberlanjutan bisnis transportasi umum.

Kalau pekerja angkutan 8umum seperti Trans Jakarta, Trans Semarang dan trans-trans lain di Indonesia mereka relatif aman karena manajemen dan awak kendaraan milik BUMN, BUMD dan sejenisnya ini penghasilannya berbasis gaji bulanan, tetapi angkutan umum masyarakat belum termasuk itu.

►Kedaulatan Rakyat 5 April 2020

Kategori: