GMKA Bekerja Sama Dengan Prodi Arsitektur Unika dan IAI Jawa Tengah, Selenggarakan Sayembara Desain Arsitektur Marian Center
Selasa, 7 April 2020 | 13:41 WIB

Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) yang mulai didirikan sejak tahun 1954, diberkati dan  diresmikan oleh Uskup Agung Semarang waktu itu yaitu Mgr A Soegijapranata SJ, saat ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas lain yaitu kapel yang sudah direnovasi, rute jalan salib beserta dioramanya, air suci yang dipompa dari bawah tanah gua Maria, ruang adorasi, taman doa yang dilengkapi miniatur kisah-kisah dalam Injil serta Patung Maria Asumpta yang memiliki tinggi 42 meter dan merupakan Patung Bunda Maria tertinggi di dunia, yang diberkati dan diresmikan pada saat Peringatan Maria Diangkat ke Surga oleh Uskup Agung Semarang, Mgr Johannes Pujasumarta, pada bulan Agustus 2015.

GMKA yang bisa menampung ribuan peziarah ini masih juga dilengkapi dengan fasilitas deretan toko devosi dan kuliner serta area camping ground, outbond, berkemah, serta fasilitas menginap yang bisa ditemukan di sekitar area GMKA.

Dalam perkembangan selanjutnya, GMKA yang sudah menjadi salah satu tujuan wisata rohani di Kota Ambarawa, pada masa mendatang akan ditambah satu fasilitas lagi yaitu Marian Center yang akan menjadi pusat edukasi sosok Maria.

Sehubungan dengan rencana tersebut, pengurus GMKA yang termasuk dalam Keuskupan Agung Semarang bekerja sama dengan Unika Soegijapranata, Prodi Arsitektur dan IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) Daerah Jawa Tengah, mengadakan Sayembara Desain Arsitektur Marian Center yang merupakan fasilitas yang ada di komplek GMKA.

Salah satu dosen prodi Arsitektur Unika Soegijapranata yang menjadi koordinator QC dalam sayembara tersebut,  Maria Damiana Nestri Kiswari ST  MSc, saat dihubungi melalui telepon menyampaikan sekilas tentang kegiatan sayembara desain arsitektur Marian Center.

“Keberadaan Marian Center adalah sebagai pusat edukasi sosok Maria di kawasan Gua Maria Kerep Ambarawa. Dan sayembara tersebut bertujuan untuk mendapatkan desain baru yang lebih unik, menarik dan mewadahi ide-ide desain dari banyak pihak, terutama  memiliki nilai edukasi,” ucapnya.

Ukuran tapak untuk Marian Center adalah sekitar 95 x 50 m2, dari luas lahan 5.965 m2. Lokasi berada di area patung Maria Assumpta komplek GMKA, lanjutnya.

Sedang ketentuan peserta dalam lomba sayembara ini diantaranya adalah dari kalangan umum atau profesional atau mahasiswa.  Peserta merupakan perorangan atau kelompok (1 kelompok maksimal 5 orang) dengan ketua memiliki SKA (Sertifikasi Keahlian Arsitek) IAI. Dan masing-masing peserta atau kelompok diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu karya.

“Sebagai informasi terbaru, tanggal Aanwijzing yang sedianya tanggal 18 Maret 2020, namun karena ada pandemi Covid-19, maka Aanwijzing diganti dengan sistem Q and A. Form Q and A bisa diperoleh di IG Marian Center GMKA, dengan men-scan QR code yang tercantum. Selanjutnya pertanyaan yang dijawab akan kami sharekan dalam IG yang di highlight,” pungkasnya. (FAS)

Kategori: ,