APD UNIKA untuk Ruang Isolasi di Rumah Dinas Walikota
Rabu, 22 April 2020 | 12:42 WIB

Ditengah semakin tinggi-nya angka pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) akibat coronavirus disease 2019 ( Covid-19), rumah dinas walikota yang sudah diubah sedemikian rupa menjadi ruangan-ruangan isolasi yang dilengkapi fasilitas lain seperti penyaring udara dan instalasi pengolahan air limbah telah sesuai standar fasilitas kesehatan sejak 30 Maret 2020 dan ditangani oleh 36 perawat dan 16 dokter, semakin sibuk menerima pasien

“Kalau ditotal (Ruang isolasi-red), untuk yang ada di Rumah Dinas dan Balai Diklat bisa menampun sampai 169 orang, baik ODP atau PDP,” kata Hendi. Ia melanjutkan, PDP dan ODP tidak akan semuanya ditampung di sana melainkan di rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Semarang.

Seperti kita ketahui bersama virus COVID-19 menular melalui percikan batuk, bersih dan droplet dari pasen yang terkena COVID-19, sehingga para tenaga medis harus ektra hati-hati jangan sampai tertular dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah sesuai dengan rekomenasi Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebagai bentuk kepedulian UNIKA dalam masa pademi ini, melalui satgas FK UNIKA Peduli menyerahkan APD lengkap beserta face shield, hand sanitizer dan vitamin ke Rumah Dinas Walikota dan diterima langsung oleh perwakilan dinas kesehatan kota semarang yaitu Dr Kurnia Riska Akbar (kasie pelayanan rujukan) dan drg Rahma Defi (kabid pelayanan kesehatan) Rahma Defi serta Nur dian rakhmawati, S. kep, Ns,. MPH (kepala puskemas pandaranan).

Pernyerahan APD lengkap ke rumah dinas walikota merupakan bagian dari penyerahan 500 piece APD lengkap yang sudah didistribusikan secara merata ke seluruh puskemas kota semarang dan beberapa rumahsakit di semarang disertai dengan pengarahan oleh para dosen FK mengenai cara pakai-lepas APD yang benar sehingga tenaga medis tidak akan tertular.

Program UNIKA melalui FK UNIKA peduli ini merupakan upaya dalam membantu para tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam menangani pasien ODP dan PDP serta membantu memutus rantai penularan dari pasien ke tenaga medis demi terbebas-nya Indonesia dari badai COVID-19

Kategori: ,