PERTUNJUKAN MUSIK – Sebelas Jam Alunan Jaz di Soegijazz
Kamis, 22 Agustus 2019 | 8:41 WIB

image

Acara musik Soegijazz akan digelar di kampus Universitas Katolik Soegijapranata, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (28/8/2019). Ada dua panggung pada acara tersebut, yakni utama dan komunitas, yang menjadi tempat suguhan musik jaz selama 11 jam nonstop.

Ketua Panitia Soegijazz 2019 Christian Moniaga, di kampus Unika Soegijapranata, Semarang, Selasa (20/8), mengatakan, ini merupakan kelima kalinya Soegijazz digelar. Tahun ini, bintang tamu yang dihadirkan yakni musisi jaz muda Ardhito Pramono dan Dira Sugandi.

Pada acara tahun ini, untuk pertama kalinya Soegijazz menggelar dua panggung. “Sebelumnya, hanya terkonsentrasi di satu panggung. Tahun ini, mulai pukul 12.00 hingga 23.00, akan terlantun musik dari panggung komunitas maupun panggung utama,” ujar Christian.

Ia menambahkan, panggung komunitas diperuntukkan bagi komunitas-komunitas jaz dari Semarang dan sekitarnya. Total, ada 10 penyanyi/grup musik yang tampil di panggung itu. Sementara, panggung utama diisi sejumlah band mahasiswa hasil audisi dan para bintang tamu.

image

Selain itu, juga akan ada klinik bimbingan (coaching clinic) oleh Treelogy dan Jazz Ngisoringin. “Mereka akan berbagi ilmu tentang musik jaz kepada para penonton yang merupakan mahasiswa dan khalayak umum Kota Semarang. Ini sudah menjadi tradisi,” ucap Christian.

Ardhito dan Dira dipilih sebagai bintang tamu pada Seogijazz 2019 karena keduanya merupakan musisi dan penyanyi jaz yang musikalitasnya tak diragukan lagi. Ardhito digemari banyak anak muda saat ini, sedangkan Dira sudah berkolaborasi dengan sejumlah musisi dunia.

“Kami juga menjaga konsistensi sebagai event yang menyelenggarakan pertunjukan musik jaz tanpa dimasuki jenis musik lain.”

Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata Benny Danang Setianto menuturkan, pada Soegijazz 2019, juga akan tampil kelompok musik akapela Voxcom. Grup musik yang seluruh anggotanya perempuan itu telah memenangi sejumlah lomba.

“Meski perempuan, mereka melatih diri hingga masuk ke area vokal laki-laki. Ini karena semangat ‘all about jazz’ yang kami usung pada tahun ini. Kami juga menjaga konsistensi sebagai event yang menyelenggarakan pertunjukan musik jaz tanpa dimasuki jenis musik lain,” ujarnya.

Improvisasi dan harmoni

Unika Soegijapranata telah menyelenggarakan Soegijazz sejak 2015. Menurut Benny, musik jaz, yang penuh improvisasi tetapi harmonis, seperti perguruan tinggi. Antarilmu seakan berseberangan, tetapi saat diorkestrasikan bersama akan padu.

image

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Soegijazz 2019 Donny Danardono mengemukakan, iklim musik jaz di Kota Semarang cukup baik, salah satunya karena ada komunitas Jazz Ngisoringin. Kelompok itu konsisten menyelenggarakan acara Loenpia Jazz di Semarang.

Menurut dia, jaz di Semarang sempat mengikuti selera festival jaz di kota lain, seperti Jakarta atau Yogyakarta, yang memasukkan musik pop. “Namun, seiring waktu, justru kembali hanya jaz, atau dikawinkan dengan musik-musik tradisional serta sejumlah eksperimen,” ujar Donny.

Adapun sejumlah kelompok yang akan tampil di Seogijazz antara lain BASF, Semester Tua, SoegiBand, MOE Project, CGT BGT, Etawa Jazz Club Jogja, Komunitas Jazz Ngisoringin, dan Komunitas Jazz Solo. Acara tersebut terbuka bagi umum dan gratis.

https://kompas.id/baca/hiburan/2019/08/20/musik-jaz-bakal-terlantun-11-jam-di-soegijazz/

Kategori: