Kementerian PUPR Kawal Proyek di Jateng
Selasa, 6 Agustus 2019 | 16:17 WIB

SM 6_8_2019 Kementrian PUPR Kawal Proyek di Jateng

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontor dana ratusan miliar rupiah untuk pembangunan infrastruktur serta sarana prasarana di Jateng.

Proyek strategis tak luput dari pengawalan, seperti pembangunan Pasar Johar, penataan Kota Lama dan Tambaklorok di Semarang, Stadion Manahan Surakarta, serta penataan kawasan Magelang. Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Dr Ir Danis H Sumadilaga mengaku kerap turun lapangan untuk memastikan proyek berjalan baik dan tepat waktu.

”Turun di bandara (sebelum ke Unika Soegijapranata), saya tadi pagi lihat proyek Pasar Johar. Kontraknya sampai akhir tahun 2019, progresnya sudah mencapai 94 persen, tinggal instalasi listrik, pembuangan air, dan bersih-bersih,” kata Danis saat memberikan keterangan pers seusai orasi ilmiah dalam
rangka Dies Natalis ke-37 Universitas Soegijapranata (Unika) Semarang, Senin (5/8).

Mengenai penataan kawasan Tambaklorok, masih ada pekerjaan rumah, mengingat ada tiga atau empat rumah yang menolak dibebaskan.

Untuk pembangunan Stadion Manahan, menurut dia, akhir 2019 sudah terselesaikan. Kini tinggal penataan luar stadion dan pembangunan drainase. Di sisi lain, gencarnya pembangunan infrastruktur Kementerian PUPR membuat Unika Soegijapranata Semarang memberikan pesan moral. Bahwa adanya pembangunan infrastruktur supaya tidak sampai merusak alam. Kementerian PUPR telah membangun puluhan bendungan, puluhan ribu kilometer jalan nasional, perumahan, irigasi, dan semuanya itu sangat memperhatikan aspek ekologis. Bahkan, sejak awal perencanaan, pelaksanaan, hingga masa pemeliharaan.

Pada Dies Natalis itu Unika menganugerahi Soegijapranata Award kepada Menteri PUPR Dr Ir Mochamad Basuki Hadimuljono MSc atas dedikasi, optimisme, dan kerja tak kenal lelah dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan bagi Indonesia.

Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya mengatakan, pemberian penghargaan diawali pemilihan nominasi tokoh-tokoh negeri yang punya kontribusi terhadap bangsa dan negara. ”Hasil rapat senat dan diskusi pimpinan universitas, maka Dr Ir Mochamad Basuki Hadimuljono
MSc dinilai sosok tepat penerima penghargaan itu,” ungkapnya.

 

►Suara Merdeka 6 Agustus 2019 hal. 18

Kategori: