Pinjam Buku, Mahasiswa Tak Harus ke Perpustakaan
Senin, 29 Juli 2019 | 8:27 WIB

image

Perpustakaan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang memiliki layanan baru, yaitu Studio Pembelajaran Digital alias Speda yang dilengkapi augmented reality library (ARL) dan virtual reality lLibrary (VRL). ARL memungkinkan pengguna perpustakaan melihat isi buku yang di pajang di perpustakaan, sedangkan VRL ini penggunaan ruang yang luas dan dapat dieksplorasi dengan memanfaatkan gawai berupa kacamata Realitas Virtual.

”Harapannya, dengan VRL ini para mahasiswa dapat memahami isi dari buku dan bisa meminjamnya. Melalui perangkat VRL itu, pengguna layanan perpustakaan juga tidak harus berada dalam ruangan perpustakaan, tapi bisa meminjam dari luar setelah melihat ilustrasi yang ada,” kata Rektor Unika Soegijapranata Semarang Prof Dr Ridwan Sanjaya MS IEC, di kampus Unika, kemarin.

Melalui aplikasi di perpustakaan, kata Ridwan, pengguna bisa mendengar dan melihat isi dari buku yang disorot kacamata VRL. Penggunaan ARLdi perustakaan Unika, lanjutnya, dinilai merupakan yang pertama kali di Indonesia.

Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti SSos mengemukakan, layanan ARL dan VRL ini akan mengakomodasi kebutuhan informasi para mahasiswa pada era milenial dan disrupsi.

Pengembangan konten atau layanan yang mengakomodasi kebutuhan milenial diharapkan bisa mengubah anggapan mahasiswa bahwa perpustakaan tidak sekadar tempat meminjam buku, tetapi bisa jadi tempat belajar menarik.

”Kami juga menyediakan layanan photobooth 3D untuk civitas academica supaya perpustakaan menjadi tempat yang mengasyikkan juga untuk belajar dan sarana rekreatif,” terangnya.

Menurut dia, Speda ini bisa digunakan untuk membuat konten-konten pembelajaran dalam bentuk audio visual yang ditayangkan aplikasi Massive Open Online Course (MOOC) Unika dan bisa ditayangkan di E-Learning.

”Para dosen dapat membuat materi pembelajaran yang berbeda dengan metode sebelumnya seperti misalnya penggunaan Power Point, PDF, dan tercetak. Mereka dibantu petugas perpustakaan dalam membuat konten digital di ruang Speda dan hasilnya bisa diakses mahasiswa,” ungkapnya.

►Suara Merdeka 27 Juli 2019 halaman 19

Kategori: