Pertama di Indonesia, Perpustakaan Bersistem Digital AR, Begini Unika Soegijaprana Menerapkannya
Rabu, 24 Juli 2019 | 7:53 WIB

image

Unika Soegijapranata Semarang kembangkan sistem perpustakaan terpadu melalui perangkat Augmented Reality (AR) atau realitas tertambah dalam bahasa Indonesia.

Lewat sistem itu, diharapkan para mahasiswa khususnya mahasiswa Unika Soegijapranata semakin rajin belajar dan mendatangi perpustakaan.

Realitas tertambah, atau AR merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi atau tiga dimensi ke lingkungan nyata.

Sistem itu kemudian memproyeksikan benda-benda maya dalam waktu nyata.

Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti, mengungkapkan penggunaan media literasi digital AR di perpustakaan merupakan penerapan pertama di kampus di Indonesia.

"Ini dalam rangka layanan perpustakaan yang mendukung proses kegiatan pembelajaran yang lebih modern," paparnya, Senin (23/7/2019).

Perangkat AR di perpustakaan Unika Soegijapranata dinamai Speda, atau Studio Pembelajaran Digital.

Fasilitas Speda digunakan untuk membuat konten-konten pembelajaran dalam bentuk audiovisual yang bisa ditayangkan di aplikasi Massive Open Online Course (MOOC) Unika, juga bisa ditayangkan dalam kegiatan E- Learning.

Sistemnya, yakni para mahasiswa yang masuk ke Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang, membawa ponsel mereka yang telah terinstal dan masuk ke aplikasi MOOC Unika.

Lalu saat para mahasiswa memilih satu buku di sana, perangkat memproyeksikan isi atau resume buku tersebut di ponsel pintar setiap mahasiswa.

"Para petugas perpustakaan membuat konten digital di ruang Speda yang hasilnya bisa diakses mahasiswa," paparnya.

Pengerjaan aplikasi tersebut menurutnya dilakukan sejak awal tahun ini.

Pihaknya perlu membedah semua buku dan jurnal yang ada di perpustakaan untuk diketahui isinya, sehingga bisa diketik ulang di aplikasi dan diproyeksikan lewat perangkat AR melalui Speda tersebut.

"Para mahasiswa tentu semakin antusias dan tertarik dengan penggunaan konten pembelajaran yang berbeda."

"Membuat mahasiswa lebih semangat belajar karena mereka bisa mengulang-ulang pembelajarannya dari konten tersebut," ungkap Ratih.

Rektor Unika Soegijapranata Prof Ridwan Sanjaya mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan Unika melalui media yang sesuai kebutuhan pembelajaran kekinian.

Ia berharap, penggunaan sistem AR yang memungkinkan pengguna perpustakaan untuk melihat isi buku yang didisplay di perpustakaan secara digital, membuat mahasiswa semakin tertarik datang ke perpustakaan.

https://jateng.tribunnews.com

 

Berita serupa : https://www.ayosemarang.com/read/2019/07/23/41000/gunakan-vr-unika-beri-layanan-kekinian-di-perpustakaan

Kategori: