Menjawab Tantangan Era Disrupsi Perpustakaan
Kamis, 25 Juli 2019 | 14:36 WIB

Ferdinandus Hindiarto SPsi Msi sebagai narasumber workshop sedang memaparkan materinya

Sebuah acara workshop yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) Indonesia, pada hari Rabu (25/7) telah dihadiri oleh kurang lebih 18 kepala perpustakaan dari beberapa perguruan tinggi di lingkungan APTIK untuk menjawab tantangan perpustakaan di era milenial.

Acara yang diselenggarakan di ruang Teater gedung Thomas Aquinas ini menghadirkan beberapa narasumber yang diharapkan dapat memompa semangat pustakawan dalam berinovasi dan mendisrupsi kebiasaan pelayanan yang harus segera berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Kepala Perpustakaan Unika Soegijapranata Rikarda Ratih Saptaastuti SSos, dalam penjelasannya mengungkapkan latar belakang penyelenggaraan acara workshop yang diselenggarakan hingga sore hari ini.

“Pertemuan jaringan kepala perpustakaan APTIK adalah pertemuan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Pada tahun ini diselenggarakan di Perpustakaan Unika Soegijapranata yang meliputi dua event penyelenggaraan yaitu acara workshop dan raker jaringan APTIK dengan tema ‘Shifting The Library Paradigm’,” jelas Ratih.

Lebih lanjut Ratih juga menguraikan bahwa pergeseran perpustakaan di era disrupsi ini berdampak pula pada perpustakaan dan pustakawan.

“Bagaimana kita berupaya untuk mempertahankan diri dalam proses pergeseran dan perubahan yang harus kita hadapi, untuk itu kita belajar banyak hal terutama di hari ini adalah workshop service excellent di era disruptif,” ucapnya.

“ Kita harus mengembangkan kompetensi personal dan profesional untuk bisa menghadapi pergeseran yang terjadi, karena jika kita tidak siap menghadapi dan bertahan maka perpustakaan akan hilang.”

Mengantisipasi keadaan tersebut, maka para pustakawan APTIK berinisiatif untuk berkumpul dan saling berbagi pengetahuan supaya dapat menambah kemampuan dan keterampilan dalam inovasi dan kreativitas serta dapat bertahan di era disruptif.

Sedang salah satu narasumber yaitu Ferdinandus Hindiarto SPsi Msi mencoba menggali pengalaman dan pengetahuan dari para peserta workshop terkait perubahan yang dihadapi di masing-masing perpustakaan perguruan tinggi di lingkungan APTIK.

Selanjutnya Ferdinand juga memaparkan beberapa proses yang terjadi pada era disrupsi ini di beberapa perusahaan yang berskala besar maupun kecil, yang membutuhkan kesiapan dan kemauan untuk berubah menyesuaikan perubahan teknologi yang menggerus semua bidang mulai bisnis keuangan, komunikasi, media cetak dan printing, serta transportasi dan  bahkan kesehatan. (fas)

Kategori: ,