Belajar Herbal di Botanical Garden Unika
Kamis, 4 Juli 2019 | 9:52 WIB

Mahasiswa dan dosen saat mengamati jenis tumbuhan herbal di Botanical Garden Unika

Tanaman herbal banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia sebagai minuman tradisional maupun bumbu rempah pada makanan. Selain memberikan rasa yang nikmat, aktivitas antioksidan yang terkandung pada bahan tanaman herbal juga memberikan manfaat kesehatan tersendiri bagi tubuh.

Pengolahan rempah seperti  kunyit, jahe, temulawak menjadi jamu, sirup herbal, permen herbal dan berbagai produk pangan lainnya merupakan salah satu topik yang dipelajari dalam mata kuliah Herbal Food and Beverages di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata Semarang.

Untuk menghasilkan berbagai macam produk pengolahan tersebut, mahasiswa pertama-tama harus mengenal dan mengerti dengan baik jenis bahan baku yang akan diolah. Oleh sebab itu beberapa waktu lalu Senin (17/6), mahasiswa yang tergabung dalam mata kuliah Herbal Food and Beverage FTP Unika melakukan kunjungan di Botanical Garden, kampus Unika untuk belajar secara langsung beragam jenis tumbuhan herbal di alam.

Setidaknya ada 30 jenis tanaman yang tersebar di Botanical Garden Unika. Tanaman tersebut ditanam dalam zona yang telah dipetakan berdasarkan ciri khas dan pemanfaatan tiap jenis tanaman. Tanaman yang memberikan aroma wangi dan bisa dimanfaatkan minyaknya, seperti zodia dan rosemary, ditanam dalam satu wilayah yang sama. Sedangkan tanaman kumis kucing dan serai yang banyak dimanfaatkan daunnya ditanam dalam zona tersendiri.

Ardika Rachmad, selaku tim mahasiswa pecinta alam mengungkapkan bahwa botanical garden Unika yang sudah berdiri selama satu tahun. Awalnya dipelopori oleh mahasiswa pecinta alam yang memiliki minat untuk memanfaatkan lahan menjadi taman kecil.

“Harapannya, belajar di tempat seperti ini lebih nyaman dan lebih segar. Selain itu, botanical garden juga menjadi tempat belajar yang baik dan menunjang kegiatan outdoor lainnya. Apalagi lokasi botanical garden juga berada di dalam kampus Unika,” ungkap Ardika.

Dr V Kristina Ananingsih selaku pengajar mata kuliah Herbal Food and Beverages menyampaikan bahwa botanical garden Unika sangat mendukung proses pembelajaran yang sudah didapatkan mahasiswa di kelas.

“Kita ingin supaya mahasiswa dapat melihat sendiri apa yang sudah mereka pelajari di kelas. Sehingga tidak hanya memahami teori tentang bentuk dan manfaat tanaman herbal, tetapi mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dengan melihat langsung di alam. Dengan demikian, benar-benar ada hubungan antara mata kuliah yang dipelajari di kelas dengan praktek di lapangan. Pembelajaran ini diharapkan juga bisa memberikan ide untuk pengembangan dan pengaplikasian tanaman herbal sebagai  pangan fungsional ke depannya,” ungkap Dr Kristina.

“Ke depannya, koleksi tanaman yang ada di Botanical Garden Unika akan diperbanyak supaya semakin lengkap,” tutupnya. (B.Agth)

Kategori: ,