Webinar Seri ke-6 FTP Mengupas Mindful Eating
Sabtu, 13 Juni 2020 | 16:03 WIB

Sesi Webinar seri ke-6 FTP Unika membahas Mindful Eating

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata kembali menghadirkan Webinar Menyemai Harapan seri ke-6 pada Rabu (10/6) melalui platform e-learning Unika. Kali ini mengupas topik mengenai Mindful Eating, hadir dua dosen FTP Unika sebagai narasumber yakni Inneke Hantoro, S.TP, M.Sc yang membahas tentang “The Way We Eat in The New Normal” serta Meiliana, S.Gz, MS yang memaparkan mengenai “A Beginner’s Guide to Mindful Eating” yang dipandu oleh Dr. R. Probo Y. Nugrahedi, STP, M.Sc sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Inneke Hantoro memberikan gambaran mengenai perubahan perilaku makan yang dihadapi pada situasi normal baru saat ini. “Sudah sejak awal Maret dan berjalan kurang lebih 3 bulan, kita semua mencoba beradaptasi dengan normal baru. Kebiasaan untuk jajan di luar menjadi semakin sulit dilakukan. Selain itu, ada kecenderungan untuk lebih banyak memasak sendiri di rumah”.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam kondisi seperti ini, cara yang dilakukan untuk menyiapkan dan mendapatkan makanan pun turut berubah. Orang menjadi semakin sadar akan apa yang mereka makan, dari mana makanan tersebut didapatkan, dan bagaimana makanan tersebut diolah atau dimasak.

Dalam masa pandemi ini, disebutkan setidaknya ada 5 perubahan pola konsumsi yang teramati: (1) Frekuensi makan di luar semakin berkurang dan muncul kebiasaan memasak sendiri di rumah. (2) Orang semakin peduli dengan apa yang mereka makan. (3) Tren makan daging berkurang. (4) Cara mendapatkan bahan makanan mulai banyak beralih ke online delivery atau meal kits service. (5) Makan di tempat menjadi lebih jarang dan banyak beralih ke pilihan drive thru, take away, atau memesan melalui delivery online.

Lebih banyak waktu luang untuk memasak di rumah menjadi kesempatan untuk menerapkan mindful eating. Memasak bisa dimaknai sebagai kegiatan mentransfromasi bahan mentah menjadi makanan lezat yang disajikan di atas meja dan bisa dinikmati bersama. Dalam proses memilih dan memasak bahan pangan ini, seseorang bisa mendapatkan pengalaman memproses dan menikmati makanan.

“Ketika kita mempraktekkan ini, kita tidak hanya memberikan nutrisi bagi tubuh tetapi juga bagi jiwa kita. Ketika memasak sendiri, orang juga cenderung memasukkan bahan seperti buah dan sayur dalam proporsi yang lebih banyak,” tambahnya.

Cara Memulai Mindful Eating
Sementara itu, Meiliana menyampaikan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memulai mindful eating yang sudah banyak diteliti dalam satu dekade terakhir. “Ritme kehidupan manusia yang cepat dan banyak menggunakan teknologi membuat kita memiliki banyak pilihan makanan. Akibatnya, kita terkadang menjadi bingung dalam memilih apa yang harus kita makan. Pilihan makanan yang banyak dan ritme kehidupan yang cepat juga menyebabkan peningkatan stres dan perubahan perilaku makan. Tren status gizi dilihat dari indeks masa tubuh menunjukkan kurva yang terus naik dari tahun 1975 hingga 2010,” terang Meiliana dalam sesi.

Ia menyebutkan bahwa otak bisa menjadi faktor ketiga yang mempengaruhi status gizi seseorang. Perilaku makan dipengaruhi oleh otak dan hormon. Pikiran yang jernih dapat mendukung pola makan yang sehat. Oleh sebab itu, penting untuk melatih otak dan pikiran supaya bisa diperoleh status gizi yang optimal.

Ada tiga elemen mindful eating yang dapat membantu kita menerapkan cara makan yang tenang. Yang pertama, sadar dengan apa yang kita makan. Kedua, jangan menghakimi makanan tertentu. Ketiga, kenali sinyal dalam tubuh.

“Kita sebaiknya tidak menghakimi bahan makanan tertentu. Semua bahan pangan pada dasarnya baik. Tetapi mungkin ada yang kurang tepat dalam kombinasi makanan atau porsinya. Kata kunci dari makan sehat adalah seimbang, dalam jumlah cukup, dan bervariasi,” ungkapnya.

Mengenali sinyal dalam tubuh kita juga menjadi hal yang penting. Di dalam tubuh manusia, terdapat dua hormon yang meregulasi selera makan dan rasa kenyang. Hormon ghrelin akan mengirimkan sinyal bahwa tubuh merasa lapar, sedangkan hormon leptin akan memberikan sinyal rasa kenyang ke otak setelah ada zat gizi yang diserap setelah kita makan.

“Biasanya ketika sibuk bekerja, kita sering mengabaikan sinyal-sinyal ini. Namun apabila terlalu sering mengabaikannya, kita tidak tahu lagi kapan kita merasa lapar dan kenyang. Oleh sebab itu, kemampuan ini harus dilatih. Salah satu caranya adalah dengan makan sebelum merasa terlalu lapar dan berhenti sebelum terlalu merasa kenyang”.

Meiliana menambahkan, cara mengawali mindful eating ini dapat dilakukan dengan mulai mencoba makan dan mengunyah dengan perlahan, fokus pada apa yang dirasakan indera perasa, dan menghindari distraksi pada saat makan. Serta dengan menjaga ritme makan supaya tidak terburu-buru.
(B. Agatha)

Kategori: ,